Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penumpang Pesawat ke Kalbar Meningkat

A
MENUNGGU: Para keluarga penumpang menunggu kedatangan pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-682 rute Jakarta–Pontianak di Bandara Supadio, Selasa (10/6) pagi.
MENUNGGU: Para keluarga penumpang menunggu kedatangan pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-682 rute Jakarta–Pontianak di Bandara Supadio, Selasa (10/6) pagi.

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke Kalimantan Barat pada Februari 2026 tercatat meningkat, sementara transportasi laut mengalami penurunan.

Data Badan Pusat Statistik Kalbar menunjukkan jumlah penumpang udara yang datang mencapai 125.761 orang.

Advertisement

Angka tersebut naik 2,01 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 123.284 orang.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, mengatakan peningkatan ini menunjukkan mobilitas masyarakat melalui jalur udara masih tumbuh.

“Secara umum transportasi udara masih menjadi pilihan utama, terlihat dari tren peningkatan jumlah penumpang yang datang,” ujarnya.

Advertisement

Selain kedatangan, jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan udara juga mengalami kenaikan.

Jumlah penumpang yang berangkat tercatat naik 0,74 persen menjadi 112.360 orang dibandingkan bulan sebelumnya.

Bandara Supadio di Kubu Raya masih menjadi pintu utama lalu lintas udara di Kalimantan Barat.

Bandara tersebut menyumbang lebih dari 86 persen dari total kedatangan penumpang di wilayah Kalbar.

Advertisement

Artikel Terkait

Penumpang Pesawat ke Kalbar Naik 22,55 Persen, Mobilitas Masyarakat Kian Menguat

Penumpang Pesawat ke Kalbar Naik 22,55 Persen, Mobilitas Masyarakat Kian Menguat

Penumpang pesawat ke Kalbar melonjak 22,55 persen pada Juni 2026. Mobilitas udara menguat, menandakan aktivitas ekonomi dan pariwisata kian

BPS Catat NTP Kalbar Turun 1,10 Persen, Harga Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar

BPS Catat NTP Kalbar Turun 1,10 Persen, Harga Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar

NTP Kalbar turun 1,10 persen pada Oktober 2026. Penurunan terbesar dipengaruhi harga kelapa sawit yang melemah.

NTP Kalbar Turun 1,50 Persen pada September 2026, Terendah di Pulau Kalimantan

NTP Kalbar Turun 1,50 Persen pada September 2026, Terendah di Pulau Kalimantan

NTP Kalimantan Barat turun 1,50 persen pada September 2026, terdalam di Kalimantan, akibat harga jual petani melemah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer