Bongkar Muat di Sejumlah Pelabuhan Kalbar Melonjak Tajam

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:59 WIB
Aktivitas bongkar muat Pelabuhan Dwikora naik 1,6 persen pada triwulan I 2026, menandakan arus logistik Kalbar tetap lancar. (DOK PELINDO PONTIANAK)
Aktivitas bongkar muat Pelabuhan Dwikora naik 1,6 persen pada triwulan I 2026, menandakan arus logistik Kalbar tetap lancar. (DOK PELINDO PONTIANAK)

 

PONTIANAK POST – Aktivitas logistik melalui jalur laut di Kalimantan Barat menunjukkan lonjakan signifikan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat volume barang yang dibongkar mencapai 6,27 juta ton, meningkat 76,50 persen dibandingkan Mei 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya bahkan mencapai 437,90 persen.

Di sisi lain, volume barang yang dimuat juga meningkat menjadi 740.043 ton, atau naik 25,76 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 48,64 persen secara tahunan. Kenaikan ini menjadi indikator menguatnya arus distribusi barang yang menopang aktivitas industri, perdagangan, dan ekspor di Kalimantan Barat.

Pelabuhan Kendawangan Menjadi Pusat Bongkar Barang

Lonjakan aktivitas bongkar barang didominasi Pelabuhan Kendawangan di Kabupaten Ketapang.

Sepanjang Juni 2026, pelabuhan tersebut membongkar 5,60 juta ton barang, atau 89,44 persen dari total barang yang dibongkar di seluruh pelabuhan Kalimantan Barat.

Volume tersebut meningkat 109,50 persen dibandingkan Mei 2026 dan melonjak 492,60 persen dibandingkan Juni 2025. Dominasi Kendawangan menunjukkan semakin pentingnya pelabuhan tersebut sebagai simpul distribusi logistik untuk sektor industri dan komoditas unggulan.

Telok Melano Memimpin Aktivitas Muat Barang

Sementara itu, aktivitas pemuatan barang terbesar tercatat di Pelabuhan Telok Melano di Kabupaten Kayong Utara.

Pelabuhan ini menangani 61,01 persen dari total barang yang dimuat di Kalimantan Barat selama Juni 2026.

Dibandingkan Mei 2026, volume barang yang dimuat melalui Telok Melano meningkat 42,01 persen. Secara tahunan, pertumbuhannya mencapai 57,17 persen, mencerminkan meningkatnya arus distribusi komoditas keluar dari Kalimantan Barat.

Logistik Menjadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Meningkatnya aktivitas bongkar muat mencerminkan semakin tingginya kebutuhan distribusi barang untuk industri, perdagangan, dan ekspor.

Arus logistik yang lancar tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi pelaku usaha, tetapi juga memastikan pasokan barang tetap tersedia bagi masyarakat. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Kalimantan Barat terus bergerak di tengah meningkatnya mobilitas perdagangan.

 

Infrastruktur Pelabuhan Memegang Peran Strategis

Kinerja pelabuhan yang terus meningkat memperlihatkan pentingnya infrastruktur maritim dalam mendukung konektivitas Kalimantan Barat.

Optimalisasi pelabuhan, termasuk integrasi dengan kawasan industri dan jalur distribusi darat, dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan logistik dapat memberikan manfaat lebih besar bagi investasi, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing ekspor daerah.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
logistik Kalbar Pelabuhan Kendawangan Pelabuhan Telok Melano angkutan laut Kalbar bps kalbar