Arus Barang PTP Nonpetikemas Terminal Kijing Naik 88 Persen, Aktivitas Logistik Kalbar Menguat

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:58 WIB
PTP Nonpetikemas Terminal Kijing dalam pelayanan Jumbo Bag Alumina di Kijing, Mempawah, Kalbar
PTP Nonpetikemas Terminal Kijing dalam pelayanan Jumbo Bag Alumina di Kijing, Mempawah, Kalbar

 

PONTIANAK POST – Terminal Kijing mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang semester I 2026. Total throughput yang dikelola PTP Nonpetikemas mencapai 3,27 juta ton, naik 88,25 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar 1,74 juta ton.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang komoditas curah kering dan curah cair. Kinerja ini menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas logistik dan distribusi komoditas di Kalimantan Barat.

Curah Kering Jadi Kontributor Terbesar

Curah kering menjadi penyumbang terbesar throughput Terminal Kijing pada semester I 2026. Volumenya mencapai 1,88 juta ton, meningkat 97,18 persen dari 955,5 ribu ton pada semester I 2025.

Sementara itu, throughput curah cair mencapai 1,30 juta ton. Angka tersebut tumbuh 77,48 persen dibandingkan 732,9 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga terjadi pada sejumlah jenis muatan lainnya. Volume bag cargo meningkat 30,16 persen dari 51,42 ribu ton menjadi 66,9 ribu ton.

General cargo mencatat pertumbuhan paling tinggi secara persentase. Volumenya naik dari 1,38 ribu ton menjadi 25,9 ribu ton.

Terminal Kijing Didorong Jadi Simpul Logistik

Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan peningkatan throughput merupakan hasil dari transformasi operasional dan peningkatan kualitas layanan.

“Pertumbuhan throughput Terminal Kijing pada semester I 2026 menunjukkan bahwa transformasi operasional yang kami jalankan mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat kualitas layanan secara nyata,” ujar Indra.

Menurut dia, Terminal Kijing memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas logistik Kalimantan Barat. Perusahaan akan melanjutkan peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak Suwanda mengatakan peningkatan kinerja merupakan hasil sinergi perusahaan, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan.

“Kami terus fokus pada optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan kompetensi SDM melalui program sertifikasi, serta penguatan budaya keselamatan kerja agar pertumbuhan kinerja dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” kata Suwanda.

Arus Peti Kemas Mulai Bertambah

Selain aktivitas bongkar muat nonpetikemas, layanan peti kemas di kawasan Terminal Kijing juga mulai berkembang.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan sejak diresmikan pada 10 Juni 2026, Terminal Kijing telah melayani delapan kunjungan kapal peti kemas.

Layanan tersebut mencakup rute internasional Kijing–Pasir Gudang melalui MMSS 2711 dan rute domestik Kijing–Jakarta melalui WGM 256 T.

Hingga saat ini, throughput peti kemas tercatat 1.029 box. Sebanyak 85 persen merupakan layanan domestik dan 15 persen layanan ocean going.

Pertumbuhan Logistik Diiringi Penguatan SDM

Meningkatnya aktivitas terminal juga diikuti penguatan kompetensi tenaga kerja. PTP Nonpetikemas menjalankan program sertifikasi bagi pekerja harian untuk memastikan tenaga operasional memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.

Perusahaan juga menjalankan program PTP Peduli K3 untuk memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan terhadap standar operasional, serta kesadaran pekerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.

Langkah tersebut penting karena peningkatan volume logistik harus berjalan seiring dengan keandalan operasional dan keselamatan pekerja.

200 Pengguna Jasa Ikuti Edukasi Safety Driving

Penguatan keselamatan kembali dilakukan melalui sosialisasi Safety Driving di Terminal Kijing, Kamis (13/8). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 pengguna jasa dan mitra kerja.

Peserta berasal dari perusahaan jasa trucking, pengemudi, pemilik barang, vendor, serta Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Suwanda mengatakan peningkatan aktivitas kendaraan di kawasan terminal perlu diikuti peningkatan kepatuhan terhadap keselamatan.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Di balik kelancaran alur logistik, kami ingin memastikan para pekerja yang menjadi penopang utama operasional dapat selalu pulang dengan selamat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan materi dari sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, dan SAMSAT.

Peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, safety quiz, serta doorprize.

Keselamatan Jadi Bagian dari Keandalan Logistik

Kalbar Yanto mengatakan keselamatan harus menjadi bagian dari perilaku seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja dan pengguna jasa.

Ia mengajak pengguna kawasan Terminal Kijing menerapkan empat prinsip, yakni mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, mengendalikan kecepatan, serta peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.

“Jika prinsip ini dijalankan secara konsisten, kita dapat bersama-sama mewujudkan target zero accident dan zero fatality di lingkungan Terminal Kijing,” kata Yanto.

PTP Nonpetikemas menempatkan keselamatan sebagai bagian dari penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Perusahaan juga mengingatkan pengguna kawasan pelabuhan untuk mencegah tumpahan muatan, bahan bakar, maupun material lain yang berpotensi mencemari perairan dan lingkungan sekitar.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Semester II

Kenaikan throughput 88,25 persen pada semester I 2026 menjadi modal bagi Terminal Kijing untuk mempertahankan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini.

Penguatan layanan peti kemas, optimalisasi bongkar muat, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penerapan standar keselamatan menjadi sejumlah faktor pendukung.

Bagi perekonomian Kalimantan Barat, peningkatan aktivitas terminal berpotensi memperkuat kelancaran distribusi komoditas dan konektivitas perdagangan. Namun, kontribusi tersebut perlu dilihat bersama data arus barang, efisiensi biaya logistik, serta dampaknya terhadap pelaku usaha dan rantai pasok daerah.

Dengan tren tersebut, Terminal Kijing tidak hanya menghadapi tantangan meningkatkan volume bongkar muat, tetapi juga memastikan pertumbuhan aktivitas logistik berlangsung efisien, aman, dan berkelanjutan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
throughput Terminal Kijing aktivitas logistik Kalimantan Barat PTP Nonpetikemas ekonomi kalbar pelabuhan kijing