Realisasi KUR Kalbar Tembus Rp2,6 Triliun di Pertengahan 2026, DJPb Minta Bank Dorong Akselerasi

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Ilustrasi ekonomi.
Ilustrasi ekonomi.

PONTIANAK POST - Lebih dari separuh kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditargetkan di Kalimantan Barat telah tersalurkan hingga pertengahan tahun 2026. Namun, perbankan masih perlu didorong untuk mempercepat penyaluran pembiayaan tersebut ke pelaku usaha di daerah.

Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalbar menyebut hingga 30 Juni 2026 realisasi KUR mencapai Rp2,60 triliun dengan jumlah debitur 32.855 orang. Berdasarkan data realisasi penyaluran KUR produktif Kalimantan Barat, capaian tersebut setara dengan 57,99 persen dari total plafon KUR Kalbar tahun 2026.

Jika berdasarkan skema penyaluran, KUR Mikro menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp1,63 triliun kepada 28.971 debitur. Selanjutnya KUR Kecil mencapai Rp969,05 miliar dengan 3.722 debitur. Sementara itu, penyaluran KUR Supermikro tercatat sebesar Rp1,59 miliar kepada 162 debitur.

Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp25,63 Triliun, Jangkau 134.682 Debitur Baru

Dari sisi wilayah, Kabupaten Sambas mencatat penyaluran KUR produktif terbesar di provinsi ini dengan nilai Rp298,65 miliar atau 11,47 persen dari total penyaluran. Jumlah penerimanya mencapai 4.148 debitur.

Posisi berikutnya ditempati Kota Ketapang dengan penyaluran Rp293,22 miliar, dan Kota Pontianak sebesar Rp292,39 miliar. Sedangkan realisasi terkecil tercatat di Kabupaten Kayong Utara yang hanya Rp54 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, menilai capaian penyaluran tersebut cukup baik. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan penyaluran hingga akhir tahun.

"Menurut kami capaian ini cukup baik, walaupun masih perlu ditingkatkan," ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga: Gapki: Program B50 Gerus Ekspor CPO, Produksi Sawit 2026 Diperkirakan Tumbuh Kurang dari 2 Persen

Pihaknya terus mendorong penyaluran KUR agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, terutama di wilayah yang realisasinya masih rendah. DJPb Kalbar juga mempertemukan perbankan penyalur KUR dengan dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan.

Menurutnya, secara internal sejumlah bank telah memiliki target penyaluran masing-masing. Namun, berdasarkan data, dari total plafon KUR Kalbar sekitar Rp4,49 triliun, sekitar 57 persen yang telah terserap hingga akhir Juni. Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih menjadi bank dengan penyaluran KUR terbesar di provinsi ini.

Pihaknya  berharap perbankan dapat lebih memaksimalkan penyaluran KUR ke berbagai daerah. Percepatan tersebut dinilai penting agar kuota pembiayaan yang telah disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan pelaku usaha secara optimal.

"Kita harapkan ada akselerasi penyaluran. Apa hambatannya, itu yang perlu kita lihat," ujarnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
Direktorat Jenderal Perbendaharaan KUR Mikro Kredit Usaha Rakyat