ESDM Kaji Kesiapan CPO dan FAME untuk Implementasi Biodiesel B60 2027

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi - Biodiesel B60.
Ilustrasi - Biodiesel B60.

 

PONTIANAKPOST - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji kesiapan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan industri fatty acid methyl ester (FAME) untuk mendukung penerapan kebijakan biodiesel B60 pada 2027.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan konsolidasi diperlukan untuk memastikan ketersediaan CPO sebagai bahan baku biodiesel, termasuk kemungkinan penambahan penanaman dan peningkatan produktivitas di sektor hulu.

“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) waktu kami meluncurkan B50, beliau sudah menyampaikan tahun depan sudah diimplementasikan B60. Berarti, kalau ini, ketersediaan untuk sumber bahan bakunya ini kami juga harus konsolidasikan, bagaimana di hulu ketersediaan CPO-nya,” ujar Yuliot dalam The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).

Baca Juga: Gapki: Program B50 Gerus Ekspor CPO, Produksi Sawit 2026 Diperkirakan Tumbuh Kurang dari 2 Persen

Menurut Yuliot, kesiapan industri FAME juga perlu ditingkatkan karena FAME merupakan komponen utama dalam biodiesel yang digunakan sebagai bahan bakar nabati pengganti atau pencampur solar fosil.

“Kita juga harus meningkatkan industri FAME-nya. Dari industri FAME, kita juga akan implementasi B60, baik itu mandatori PSO dan non-PSO,” ucapnya.

Spesifikasi FAME B60 Dikaji

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan konsolidasi juga diperlukan untuk menentukan spesifikasi FAME yang akan digunakan dalam B60.

Ia menjelaskan Indonesia menggunakan FAME terbaru dalam penerapan B50. Sementara untuk B60, pemerintah masih mempertimbangkan komposisi FAME, termasuk kemungkinan penambahan 10 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO).

“Nah, kalau ditambah 10 persen dari HVO, itu sangat bagus. Tetapi harga HVO itu sendiri 1,5–2 kalinya FAME. Jadi, sebetulnya uji-uji sekarang baru mulai,” kata Eniya.

Eniya mengatakan kajian perlu dilakukan untuk menentukan komposisi yang tepat antara FAME dan HVO dalam penerapan B60.

Baca Juga: GAPKI: Industri Sawit 2026 Tertekan B50 dan Biaya Produksi, Volume Ekspor Diperkirakan Berkurang

Kajian Ditargetkan Selesai Desember 2026

Eniya meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melakukan kajian mengenai FAME untuk mendukung pengembangan B60.

Kajian tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Nah, untuk 60 tadi, berapa tambah berapa, ini saya harus konsultasi ke periset nih yang melakukan. Karena Indonesia itu pionir, nggak mungkin aku tanya orang Eropa. Nggak ada yang tahu itu,” ujar Eniya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
biodiesel B60 2027 CPO untuk B60 FAME B60 HVO B60 ESDM biodiesel