Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Dorong Hilirisasi Sawit

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 23:38 WIB
Seorang petani sawit mandiri di Dusun Nanga Kebebu, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menunjukkan hasil panen buah sawit miliknya.  (DOK. PONTIANAK POST)
Seorang petani sawit mandiri di Dusun Nanga Kebebu, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menunjukkan hasil panen buah sawit miliknya. (DOK. PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST - Minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menjadi salah satu komoditas yang menopang kinerja ekspor Indonesia. Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor CPO dan produk turunannya tercatat tumbuh 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peran komoditas pertanian dalam memperkuat perdagangan Indonesia di pasar global.

“Kinerja ekspor CPO dan turunannya yang tumbuh 5,49 persen menjadi salah satu gambaran bahwa komoditas pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat perdagangan Indonesia,” kata Mentan di Jakarta, Minggu (6/9).

Baca Juga: Produksi CPO Terancam Turun pada 2027, GAPKI Desak Peremajaan Sawit Dipercepat

Ekspor Pertanian Tunjukkan Tren Positif

Kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Salah satu penggeraknya berasal dari komoditas minyak sawit.

Penguatan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas Indonesia. Secara kumulatif, ekspor nonmigas pada Januari–Juli 2026 mencapai 160,01 miliar dolar AS atau meningkat 5,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan mencapai 167,03 miliar dolar AS atau tumbuh 4,43 persen.

Baca Juga: ESDM Kaji Kesiapan CPO dan FAME untuk Implementasi Biodiesel B60 2027

Harga Sawit Ikut Mendorong Ekspor

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor, termasuk kelompok komoditas pertanian.

Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga.

“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ujar Ateng dalam penyampaian Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9).

Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15 yang menjadi salah satu komoditas pendorong ekspor nonmigas.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
hilirisasi sawit ekspor pertanian Sawit Indonesia mentan amran Ekspor CPO