Kebutuhan Pembenahan Infrastruktur Temajuk Diperkirakan Rp350-400 Miliar

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:43 WIB
Gerbang perbatasan Temajuk (Indonesia)–Teluk Melano (Malaysia) tempat di mana PLB dibangun.
Gerbang perbatasan Temajuk (Indonesia)–Teluk Melano (Malaysia) tempat di mana PLB dibangun.

 

PONTIANAK POST  — Pemerintah Kabupaten Sambas memperkirakan kebutuhan pembenahan infrastruktur dasar di kawasan perbatasan RI-Malaysia, Temajuk, Kecamatan Paloh, mencapai Rp350 miliar hingga Rp400 miliar.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Sambas Septiza mengatakan kebutuhan tersebut mencakup jalan dan konektivitas, telekomunikasi, internet, air bersih, sanitasi, listrik serta infrastruktur ekonomi.

"Angka kasarnya paling tidak sekitar Rp350 miliar sampai Rp400 miliar," kata Septiza di Sambas, Kamis (17/9).

Akses menuju Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk saat ini sudah dapat digunakan untuk mendukung operasional perlintasan. Namun, menurut Septiza, kondisi tersebut belum cukup untuk menopang Temajuk sebagai pusat ekonomi dan destinasi wisata lintas batas.

Kapasitas dan kualitas jalan masih perlu ditingkatkan, terutama untuk menghubungkan kawasan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan destinasi wisata.

Baca Juga: Ubur-Ubur, Ikan, hingga Lobster, Potensi Perikanan Temajuk Sambas Didorong Tembus Pasar Malaysia

Akses Wisata Teluk Atong Diusulkan

Pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan jalan akses wisata Teluk Atong sepanjang 4,8 kilometer yang belum tercakup dalam Instruksi Presiden.

Jalan tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas wisata sekaligus membuka akses bagi UMKM dan aktivitas perdagangan lintas batas.

Selain jalan, ketersediaan internet dan telekomunikasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pelayanan perbatasan, aktivitas ekonomi serta kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Temajuk juga masih membutuhkan penguatan layanan air bersih dan sanitasi. Sementara itu, pasokan listrik yang andal diperlukan agar pertumbuhan permukiman, pariwisata dan kegiatan ekonomi tidak terkendala keterbatasan layanan dasar.

Baca Juga: Sambas Dorong PLB Temajuk Ditingkatkan Jadi PLBN untuk Perkuat Wisata Perbatasan

Septiza mengatakan sebagian fasilitas dasar memang telah tersedia untuk mendukung operasional kawasan saat ini. Namun, kapasitasnya belum disiapkan untuk menghadapi peningkatan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan dalam skala kawasan lintas negara.

Pembangunan Tak Hanya Andalkan APBD

Besarnya kebutuhan pembangunan membuat Pemkab Sambas menilai pembiayaan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran daerah.

Temajuk perlu diposisikan sebagai kawasan strategis perbatasan sehingga pembangunan melibatkan pemerintah kabupaten, provinsi, pusat dan sektor swasta.

Selain infrastruktur fisik, penguatan pelayanan lintas batas juga masih diperlukan. Fasilitas Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) membutuhkan tambahan personel, peralatan pemeriksaan, teknologi pelayanan, keamanan, konektivitas dan integrasi antarinstansi.

"Jangan membangun Temajuk hanya agar orang bisa masuk dan keluar. Bangun Temajuk agar orang ingin datang, tinggal, berbelanja, berinvestasi dan kembali lagi," kata dia.

Menurut Septiza, penguatan infrastruktur menjadi fondasi agar reaktivasi PLB Temajuk-Telok Melano tidak berhenti sebagai pembukaan jalur perlintasan, tetapi berkembang menjadi pintu masuk pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
PLB Temajuk infrastruktur Temajuk infrastruktur perbatasan Temajuk anggaran Temajuk ekonomi perbatasan Sambas