Kalbar Ekspor Perdana Sarang Walet ke Singapura Senilai Rp1,3 Miliar

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:05 WIB
Pelepasan ekspor perdana sarang walet Kalbar ke Singapura melalui Bandara Supadio, Jumat (18/9/2026) (ANTARA/Dedi)
Pelepasan ekspor perdana sarang walet Kalbar ke Singapura melalui Bandara Supadio, Jumat (18/9/2026) (ANTARA/Dedi)

 

PONTIANAK POST – Sarang burung walet asal Kalimantan Barat (Kalbar) menembus pasar Singapura melalui ekspor perdana sebanyak 103 kilogram dengan nilai mencapai Rp1,3 miliar.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalbar mencatat ekspor tersebut dilakukan oleh PT Raymond Sukses Mandiri, perusahaan asal Kota Singkawang.

"Ekspor perdana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produk peternakan dan hasil hewan asal Kalbar menembus pasar internasional," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadisbunnak Kalbar Rino Anteno Tengo saat pelepasan ekspor di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (18/9).

Baca Juga: Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Dorong Hilirisasi Sawit

Nilai Walet Kalbar Capai Rp12,6 Juta per Kilogram

Rino mengatakan nilai ekspor sekitar Rp1,3 miliar untuk 103 kilogram sarang burung walet menunjukkan tingginya potensi ekonomi komoditas tersebut.

Berdasarkan nilai tersebut, rata-rata nilai ekspor sarang burung walet mencapai sekitar Rp12,6 juta per kilogram.

"PT Raymond Sukses Mandiri merupakan salah satu unit usaha pencucian sarang burung walet binaan Disbunnak Provinsi Kalbar," ucap dia.

Menurut Rino, perusahaan tersebut telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Tingkat/Level I atau kategori sangat baik.

"Sertifikasi NKV menjadi salah satu persyaratan penting dalam menjamin kelayakan dan keamanan produk hewan untuk dipasarkan, termasuk ke negara tujuan ekspor," kata dia.

Baca Juga: Ekspor Kalbar Turun Tajam pada Juli 2026, Neraca Perdagangan Berbalik Defisit

Standar Produk Jadi Kunci Pasar Internasional

Rino mengatakan penguatan standar, kualitas, dan pemenuhan persyaratan negara tujuan menjadi bagian penting agar produk asal Kalbar mampu memperluas akses pasar internasional.

Menurut dia, pemenuhan standar tersebut juga memberikan peluang bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan ke luar negeri.

"Ekspor ke Singapura tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan industri sarang burung walet dari hulu hingga hilir di Kalbar, sehingga tidak hanya menghasilkan komoditas mentah tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan potensi pendapatan bagi pelaku usaha," jelas dia.

Baca Juga: Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Pengiriman Melalui Entikong Kalbar

Ekspor Perdana Libatkan Sejumlah Instansi

Pelepasan ekspor perdana sarang burung walet tersebut turut dihadiri Kepala Bea Cukai Pontianak, General Manager PT Angkasa Pura II, Kepala Balai Karantina Hewan Indonesia Kalbar serta sejumlah instansi terkait.

Ekspor tersebut menjadi langkah awal bagi produk sarang burung walet asal Kalbar untuk memperluas akses ke pasar internasional sekaligus mendorong pengembangan industri berbasis produk hewan di daerah.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
ekspor sarang burung walet Kalbar walet Kalbar ke Singapura sarang burung walet Singkawang EKSPOR KALBAR Komoditas Ekspor Kalbar