IHSG Menguat 0,33 Persen, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:53 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd)
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd)

PONTIANAK POST - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu ketika pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

IHSG naik 20,91 poin atau 0,33 persen ke level 6.297,95. Sementara itu, Indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan menguat 1,56 poin atau 0,25 persen menjadi 627,17.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, memperkirakan pergerakan IHSG akan menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan hari ini.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level 6.186- 6.200 pada perdagangan Rabu,” ujar Ratna.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil RDG BI. Bank sentral diperkirakan masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen. Dengan demikian, selisih antara BI Rate dan Federal Funds Rate (FFR) menjadi 1,75 persen dari sebelumnya 2 persen.

Meski menyempit, selisih tersebut masih lebih besar dibandingkan rata-rata dalam tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 0,75 hingga 1,25 persen.

"Melebarnya spread di tahun berjalan ini bertujuan memberikan interest rate differential yang cukup menarik bagi investor asing guna memperkuat stabilitas mata uang Rupiah," ujar Ratna.

Menurut Ratna, BI diperkirakan baru akan kembali menaikkan BI Rate apabila rupiah terus melemah atau The Fed melanjutkan tren kenaikan suku bunga.

BI juga dinilai masih berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga kenaikan suku bunga tidak dilakukan secara agresif, kecuali rupiah mengalami pelemahan cepat atau inflasi berada di atas target BI.

Di sisi lain, koreksi harga minyak diperkirakan dapat mengurangi kembali tekanan inflasi. Investor juga mencermati data pertumbuhan kredit yang diperkirakan meningkat menjadi 15 persen secara tahunan pada Agustus.

Investor Mencermati Perkembangan Global

Dari pasar global, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian investor seiring dimulainya debat tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya di sidang umum PBB menyatakan AS dan Iran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan umum paruh waktu.

Sebelumnya, Iran dilaporkan menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sebagai imbalan atas de-eskalasi militer AS. Arab Saudi juga berencana membuka kembali jalur pipanya untuk pengiriman minyak pada pekan ini.

Trump juga mengatakan AS telah bertemu dengan delegasi Iran selama tiga jam di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS.

Perkembangan tersebut turut memengaruhi harga minyak. Harga minyak pada Selasa (22/9) ditutup melemah sekitar 1 persen dan berada di bawah level 100 dolar AS per barel setelah Trump menyatakan AS telah melakukan pembicaraan dengan Iran.

Harga minyak telah turun lebih dari 4 persen sepanjang pekan ini, tetapi masih mencatat kenaikan lebih dari 9 persen selama September.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 4,959 persen ketika investor menunggu petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi AS.

Di Eropa, pergerakan bursa pada penutupan Selasa (22/9) berlangsung beragam. FTSE 100 Inggris turun 0,29 persen, DAX Jerman naik 0,02 persen, CAC 40 Prancis menguat 0,20 persen, sedangkan Euro Stoxx 50 naik 0,08 persen.

Wall Street juga bergerak variatif. Indeks S&P 500 turun 0,01 persen menjadi 7.764,64, Nasdaq Composite naik 0,45 persen ke 27.244,28, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,36 persen menjadi 51.863,69.

Di kawasan Asia pada perdagangan pagi, Shanghai turun 0,37 persen ke 3.937,33, Hang Seng melemah 0,84 persen menjadi 24.877,76, dan Kospi naik 0,21 persen ke 7.032,79.

Sementara itu, indeks Kuala Lumpur turun 0,05 persen menjadi 1.682,60 dan Strait Times melemah 0,05 persen ke 5.720,60. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
RDG BI perkembangan global ihsg investor