TKD Kalbar Tembus Rp12,33 Triliun hingga Agustus 2026, Capai 73,73 Persen

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:49 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat Rahmat Mulyono (tengah) di Pontianak. (ANTARA)
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat Rahmat Mulyono (tengah) di Pontianak. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) di Provinsi Kalimantan Barat mencapai Rp12,33 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Realisasi tersebut setara 73,73 persen dari total pagu TKD Kalbar yang ditetapkan sebesar Rp16,73 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat Rahmat Mulyono mengatakan penyaluran TKD memberikan kepastian terhadap dukungan pembiayaan layanan publik dan pembangunan daerah, termasuk di tingkat desa.

"Penyaluran TKD memberikan kepastian terhadap dukungan pembiayaan layanan publik dan pembangunan daerah, termasuk di tingkat desa," ujar Rahmat di Pontianak, Jumat (2/10).

Baca Juga: DPRD: Besaran TKD Belum Pasti, APBD 2027 Kalbar Tertahan

Menurut dia, realisasi TKD menjadi salah satu pilar untuk mendukung kesinambungan pelayanan publik dan pembangunan hingga ke pelosok daerah.

DAU Tersalur Rp8,37 Triliun

Berdasarkan data OMSPAN TKD per 31 Agustus 2026, realisasi TKD berasal dari sejumlah komponen dengan capaian yang berbeda.

Dana Alokasi Umum (DAU) memiliki pagu Rp11,33 triliun. Hingga akhir Agustus, realisasinya mencapai Rp8,37 triliun atau 73,89 persen.

Sementara Dana Bagi Hasil (DBH) dari pagu Rp716,96 miliar telah terealisasi Rp480,80 miliar atau 67,06 persen.

Baca Juga: TKD Pemprov Kalbar Dipangkas Rp522 Miliar, Pemda Terjepit, Warga Harus Menunggu

Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dari pagu Rp179,88 miliar telah terealisasi Rp50,93 miliar atau 28,31 persen.

Adapun Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas terealisasi Rp111,91 miliar dari pagu Rp205,89 miliar atau 54,35 persen.

Dana Desa Capai Rp518,98 Miliar

Dana Desa menjadi salah satu komponen TKD yang mendukung pembangunan di tingkat perdesaan.

Dari pagu Rp654,66 miliar, realisasi Dana Desa hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp518,98 miliar atau 79,27 persen.

Rahmat menjelaskan, penyaluran Dana Desa tahap I telah diberikan kepada 2.044 desa. Sementara tahap II telah tersalurkan kepada 1.210 desa.

"Untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah, penyaluran DAK Fisik tahap I telah tuntas kepada seluruh pemerintah daerah yang memperoleh alokasi. Sementara penyaluran tahap II telah dilakukan di Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, dan Mempawah," katanya.

Baca Juga: TKD Kalbar Susut Rp4,24 Triliun, Tujuh Kabupaten Dapat Tambahan DAU

Dukung Sektor Pendidikan

Penyaluran TKD juga mencakup dukungan terhadap sektor pendidikan.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah tersalurkan sebesar Rp1,27 triliun.

Sementara itu, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencapai Rp61,88 miliar. BOP Kesetaraan terealisasi sebesar Rp26,71 miliar.

Rahmat mengatakan berbagai komponen tersebut menunjukkan peran TKD dalam mendukung pembiayaan kebutuhan daerah.

"Capaian tersebut menunjukkan TKD tidak hanya berfungsi sebagai transfer fiskal, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan keberlanjutan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat," kata dia.

Dengan realisasi Rp12,33 triliun hingga akhir Agustus 2026, penyaluran TKD mencakup pembiayaan melalui DAU, DBH, DAK Fisik, BOK Puskesmas, Dana Desa, serta dukungan operasional sektor pendidikan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Dana Desa Kalbar DJPb Kalbar APBN Kalbar transfer ke daerah TKD Kalbar