Dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan Senin (2/1), terungkap fakta yang cukup mencengangkan. Ada adegan yang sampai diulang hingga 20 kali. Hal itu mengakibatkan proses syuting berlangsung cukup lama. Totalnya 40 hari di lokasi syuting dan 10 hari di studio.
Selain itu, film Alena Anak Ratu Iblis juga mengandalkan Computer-Generated Imagery (CGI) yang cukup intens. Hal itu berakibat pada besarnya dana yang harus dikeluarkan pada film ini.
“Proses syutingnya sangat detail. Kalau belum sempurna diulang-ulang terus. Angkanya nggak bisa kita sebutin cuma belasan (miliar) lah,” ujar produser Shalu T, produser film Alena Anak Ratu Iblis.
Menurut sang sutradara, Sonu Samtani, film garapannya ini punya keunggulan dari sisi teknik pembuatan dan efek CGI yang digunakan. Sonu mengaku film Alena Anak Ratu Iblis menggunakan teknologi terkini dalam proses pengaplikasian CGI.
“Kita pakai CGI yang hampir mirip dengan Hollywood. Saya optimis banget ya karena ini beda dibanding film horor lain,” katanya.
Proses syuting film ini sebenarnya sudah dilakukan pada 2019 silam dan baru akan tayang di awal tahun 2023. Film ini tertunda penayangannya selama kurang lebih tiga tahun karena terdampak pandemi. “2020 kena pandemi, di bagian CGI terhenti selama delapan bulan,” tuturnya.
Salah satu yang cukup menantang dalam film ini adalah pemilihan pemeran Alena. Pihaknya mengusahakan pemeran Alena harus anak yang memiliki paras wajah manis, menggemaskan, sekaligus innocent. Namun, dia merupakan anak iblis yang jahat.
“Film ini memang banyak yang masih perlu diceritakan ya. Makanya kita siapkan sekuel dan prekuel,” tutur Sonu.
Film Alena Anak Ratu Iblis bercerita tentang Hendra dan Maya, pasangan suami istri yang belum mendapatkan buah hati. Suatu ketika, mereka menemukan seorang anak kecil. Anak ini kemudian dibawa ke rumah untuk dijadikan anak angkat. Mereka pun memberinya nama Alena.
Kehadiran Alena dalam keluarga ini membawa dampak positif. Hendra yang sebelumnya tidak begitu sukses dalam usaha tiba-tiba merasakan perubahan drastis. Di tengah kesuksesan usaha yang dijalani dan kebahagiaan dirasakan Hendra dan Maya, mulai muncul kejanggalan yang mereka rasakan. Sesuatu yang tidak pernah diduga pun terjadi.
Film horor thriller ini diperkuat oleh sejumlah pemain seperti Ciara Brosnan, Ririn Ekawati, Karenina, Wulan Guritno, Temmy Rahardi, Ali Zainal, dan Jerico Gowtama. Ditulis oleh Maruska Bath, film perdana dari rumah produksi Arjuna Mega Film tersebut akan ditayangkan di bioskop tanah air pada 5 Januari mendatang. (jp) Editor : Misbahul Munir S