FILM Kupu Kupu Kertas sempat tayang di bioskop pada Februari 2024 lalu. Namun film tersebut langsung ditarik dari peredaran tidak lama setelah penayangannya karena satu dan lain hal.
Film Kupu Kupu Kertas yang mengangkat cerita tentang kisah asmara anak PKI dan NU ini, akhirnya menemukan jalan takdirnya. Film tersebut akhirya tayang lagi di bioskop mulai 26 September 2024 mendatang.
Amanda Manopo menyambutnya dengan sangat antusias film yang dia bintangi akhirnya akan ditayangkan di bioskop. Cerita dari film ini dinilai cukup menarik dan penting untuk diambil pelajarannya.
"Film ini sempat di-postponed karena satu dan lain hal. Banyak orang yang belum nonton film ini, mungkin ini saatnya untuk ditayangkan di bioskop," kata Amanda Manopo di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, belum lama ini.
Iwa K juga menyambut gembira film Kupu Kupu Kertas akan tayang lagi. Sempat beredar kabar film ini dikhawatirkan akan memecah belah masyarakat di momen politik sehingga diputuskan ditarik penayangannya pada awal tahun.
Iwa K sendiri memberikan jawaban jenaka terkait hal tersebut. Dia menyebut film Kupu Kupu Kertas sempat turun layar supaya dicari-cari oleh banyak orang dan bikin tambah penasaran.
"Buat kita sangat happy ya. Orang berkarya dan banyak yang menikmati karya kita, itu suatu kepuasan tersendiri bagi kita sebagai pemain," kata Iwa K.
Film Kupu Kupu Kertas digarap oleh sutradara Emil Heradi dan dibintangi sejumlah aktor dan aktris yaitu Amanda Manopo, Chicco Kurniawan, Iwa K, Reza Oktovian, Samo Rafael, Fajar Nugra, Ayu Laksmi, dan Seroja Hafiedz.
Film ini mengambil latar lokasi di Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Mengangkat cerita tentang kisah cinta antara dua orang yang terhalang oleh ideologi dari keluarga masing-masing.
Peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1965 di ujung timur Pulau Jawa tentang konflik PKI dan NU menjadi latar belakang cerita dari film ini. Menghadirkan ketegangan hingga terjadinya pertumpahan darah.
Di sisi lain, berseminya cinta anak PKI dan anak NU dan melihat cinta sebagai sesuatu yang suci dan merupakan anugerah yang tidak bisa memilih, sebagaimana dirasakan oleh Ning (Amanda Manopo), gadis yang dibesarkan di keluarga berpaham Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia jatuh cinta pada Ihsan (Chicco Kurniawan) yang dilahirkan di keluarga Nahdlatul Ulama (NU).
Awalnya mereka berdua tidak peduli dengan perbedaan yang terjadi di keluarga mereka. Namun pada suatu malam, terjadi pertikaian mengerikan sampai menewaskan Rasyid, kakak Ihsan (Samo Rafael) bersama puluhan anak muda Ansor lainnya.
Mereka dicegat di tengah jalan dan kemudian dibunuh oleh simpatisan PKI yang dipimpin oleh Rekoso, ayah Ning (Iwa K) dan kaki tangannya, Busok (Reza Oktovian) Mengetahui situasi akan semakin genting, Ihsan mengajak lari Ning dari amukan amarah rakyat yang akan membalas dendam. Ihsan bahkan rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan kekasihnya Ning. (jpc)
Editor : A'an