PONTIANAK - Film Perang Kota menjadi salah satu karya yang paling ditunggu oleh para pecinta film sejarah.
Disutradarai oleh Mouly Surya, sutradara berbakat yang sebelumnya mencuri perhatian melalui Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak dan Trigger Warning, film ini menghadirkan kisah yang memadukan emosi mendalam dengan realitas sejarah.
Berlatar tahun 1946, film ini menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia di masa awal kemerdekaan, sebuah periode yang sarat tantangan dan pergolakan.
Film ini dijadwalkan tayang pada 2025 dan diharapkan menjadi tontonan yang inspiratif sekaligus reflektif.
Film Perang Kota akan dibintangi Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, Rukman Rosadi, Imelda Therinne, Alex Abbad, hingga Kin Wah Chew.
Kisah Berdasarkan Novel Karya Mochtar Lubis
Film ini diadaptasi dari novel Jalan Tak Ada Ujung, mahakarya Mochtar Lubis, seorang tokoh penting dalam dunia sastra dan jurnalistik Indonesia.
Mochtar tidak hanya dikenal sebagai penulis, tetapi juga pendiri surat kabar Indonesia Raya dan majalah sastra bulanan Horison.
Melansir dari Gramedia, karya ini pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pada 1 Januari 1952 dan langsung mendapat perhatian luas.
Mochtar juga dikenal sebagai penulis Senja di Jakarta, yang menjadi novel Indonesia pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Dengan reputasi besar ini, adaptasi novel ke layar lebar diharapkan mampu menghadirkan cerita yang penuh makna dan kedalaman emosional.
Sinopsis Film Perang Kota
Cerita berpusat pada Isa, seorang mantan pejuang berusia 35 tahun yang kini bekerja sebagai guru sekolah dasar di Jakarta pada tahun 1946.
Isa sebelumnya dikenal sebagai prajurit pemberani dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi pengalaman traumatis yang ia alami membuatnya kehilangan kemampuan seksual.
Ia hidup bersama istrinya, Fatimah, dan anak angkat mereka, Salim.
Di tengah situasi Jakarta yang kacau karena ditinggalkan Presiden dan dihancurkan oleh Gurkha, Inggris, serta Belanda, Isa tetap mendukung perjuangan revolusi.
Ia bekerja sama dengan Hazil, seorang pemuda yang merupakan murid biolanya sekaligus sahabat dekatnya.
Hazil yang muda, penuh semangat, dan tampan, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan Fatimah, istri Isa.
Konflik pribadi ini berpadu dengan perjuangan besar ketika Isa dan Hazil merencanakan aksi besar: meledakkan gedung bioskop di Pasar Senen, tempat para pejabat NICA Inggris dan sekutu Belanda sering berkumpul.
Target utama mereka adalah Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang keras kepala menganggap Indonesia sebagai bagian dari wilayahnya. Perjalanan Isa dalam menjalankan misi ini penuh tantangan, konflik, dan pertaruhan emosi.
Mouly Surya, Sutradara Berkelas
Kepercayaan pada kualitas Perang Kota semakin besar berkat keterlibatan Mouly Surya sebagai sutradara.
Mouly dikenal sebagai salah satu sineas terbaik Indonesia dengan karya-karya yang mendapatkan pengakuan internasional.
Dengan gaya sinematik yang kuat dan kemampuan menggambarkan emosi yang mendalam, Mouly diyakini dapat menghadirkan visual yang memikat dan cerita yang mengena di hati penonton.
Pengalaman Mouly dalam membangun dinamika karakter akan menjadi nilai tambah bagi film ini, menjadikannya tidak hanya sebagai tontonan sejarah, tetapi juga drama manusia yang kompleks.
Tayang di Bioskop 2025
Film Perang Kota direncanakan tayang pada 2025, memberi waktu cukup bagi tim produksi untuk menyempurnakan film ini.
Dengan persiapan matang, film ini diharapkan dapat memenuhi ekspektasi, baik dari segi cerita maupun kualitas teknis.
Selain diproyeksikan sukses di pasar domestik, Perang Kota juga memiliki potensi besar untuk menarik perhatian penonton internasional.
Penantian panjang hingga 2025 diharapkan sebanding dengan hasil akhir yang memukau dan menggugah hati. (mif)
Editor : Miftahul Khair