Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Konser Super Diva Tampilkan Lagu Lintas Dekade

A'an • Senin, 20 Januari 2025 | 10:49 WIB
(Kiri ke kanan) penyanyi Tiara Andini, Lyodra Ginting, Ziva Magnolya, Ruth Sahanaya, Kris Dayanti, dan Titi DJ tampil dalam Konser Super Diva di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2025). Enam penyanyi perempuan atau diva Indonesia dari lintas
(Kiri ke kanan) penyanyi Tiara Andini, Lyodra Ginting, Ziva Magnolya, Ruth Sahanaya, Kris Dayanti, dan Titi DJ tampil dalam Konser Super Diva di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2025). Enam penyanyi perempuan atau diva Indonesia dari lintas

Enam Penyanyi, Dua Generasi, Satu Harmoni

PONTIANAK POST – Panggung bertingkat berbentuk huruf Z di Indonesia Arena pada Jumat (17/1) malam menjadi saksi kolaborasi memukau enam penyanyi perempuan dari dua generasi berbeda. Mereka adalah Tiga Diva (Kris Dayanti, Ruth Sahanaya, dan Titi D.J.) serta Super Girls (Lyodra Ginting, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya). Keenamnya bersatu dalam konser dari gabungan nama kolaborasi mereka, Super Diva.

Diiringi orkestra yang dikomandoi Erwin Gutawa, enam penyanyi perempuan itu bisa dibilang unjuk ciri khas masing-masing sambil berharmoni satu sama lain. Hasil latihan berbulan-bulan sejak akhir 2024 tampak dari performa mereka di panggung dengan jangkauan pandang 360 derajat. Meski di awal konser suara mereka agak teredam musik, selebihnya keenam penyanyi bisa menghibur dengan lagu dan penampilan mereka.

Selama 2,5 jam, Kris Dayanti, Ruth, Titi, Lyodra, Tiara, dan Ziva membawakan 44 lagu mereka. Ada yang dibawakan berenam, bertiga, dan berdua. Masing-masing penyanyi hanya tampil solo satu kali. ’’Ini mereka nyanyi bareng, konser bareng. Bukan konser sendiri-sendiri, tegas Erwin dalam jumpa pers sebelum konser.

Lagu-lagu yang dibawakan Super Diva berasal dari dekade berbeda. Ada yang dirilis era 1980-an (Astaga), era 1990-an (Bintang-Bintang, Kaulah Segalanya), 2000-an (Cinta, Mencintaimu, Hanya Cinta Yang Bisa), 2010-an (Dear Dream), hingga 2020-an (Pesan Terakhir, Usai, Wanita Biasa). Bentuk panggung memungkinkan para penyanyi untuk berjalan, baik di tingkat atas maupun bawah. Itu membuat mereka bisa menyapa dan melihat seluruh penonton di Indonesia Arena.

Tiga Diva dan Super Girls juga bertukar lagu kolaborasi. Super Girls membawakan lagu A Lotta Love milik Tiga Diva yang energik sambil berjalan mengelilingi panggung. Tiga Diva membuat suasana mengharu biru dengan membawakan lagu Menyesal, kolaborasi Super Girls dengan Yovie Widianto yang dirilis pada 2023.

Dari 44 lagu lintas dekade itu, ada yang dibawakan secara medley, penuh, atau mash-up alias saling bersahutan. Harmoni mereka di beberapa bagian –terlebih di klimaks lagu– terdengar jelas. Mereka juga menunjukkan kemampuan vokal seperti belting, whistle, riff and runs, hingga improvisasi. Sejumlah penonton sampai memberikan standing ovation atau tepuk tangan sambil berdiri.

Kolaborasi lintas generasi juga tampak saat duet. Kris Dayanti dan Lyodra membawakan Menghitung Hari dan Tak Dianggap. Titi dan Tiara menampilkan Bahasa Kalbu dan 365. Lantas, Ruth dan Ziva menyanyikan Sampai Kapan dan Tak Kuduga.

Konser Super Diva hampir seluruhnya berisi nyanyian. Keenam penyanyi hanya sesekali berbicara dan menyapa penonton. Mereka menyempatkan diri untuk memberi kesan atau bernostalgia. Misalnya, Tiga Diva, yang merasa konser tersebut adalah ajang reuni. Pada 2006, Kris Dayanti, Ruth, dan Titi kali pertama berkolaborasi dalam konser Tiga Diva, yang juga melibatkan Erwin. ’’Terima kasih sudah mendukung kami sampai hari ini, ujar Ruth.

Super Girls pun senang dan terhormat bisa berkolaborasi dengan Tiga Diva yang sangat mereka kagumi. Top 3 Indonesian Idol musim 10 itu awalnya sempat deg-degan lantaran harus tampil bareng para diva kenamaan. Namun, semua dianggap sebagai kesempatan belajar. ’’Ini bisa jadi bekal kami untuk masa depan sebagai penyanyi. Tiga Diva itu idola dan orang tua kami, ujar Ziva.

Sebagai pemuncak, Super Diva tampil berenam membawakan lagu Sang Dewi, yang dipopulerkan Titi pada 2001 dan Lyodra pada 2022. Sekali lagi, harmoni dan improvisasi vokal bersahut-sahutan yang padu membuat para penonton terpukau dan bertepuk tangan meriah. Konser lantas ditutup bersamaan dengan lagu Semua Jadi Satu yang dipopulerkan Tiga Diva pada 2006. (c7/len)

Editor : A'an
#diva #konser