PONTIANAK POST - Terjawab sudah langkah aktor laga Iko Uwais selanjutnya. Aktor The Raid: Redemption itu bakal mengeksplorasi sisi kreatif balik layarnya lewat sebuah rumah produksi yang dia dirikan, Uwais Pictures.
’’Secara spesifik memang akan fokus di film aksi, tapi juga sesekali bakal kombinasi dengan genre lain,” ujar Iko saat jumpa pers peluncuran Uwais Pictures di Plaza Senayan XXI, Selasa (21/1) sore.
Sebagai kru, Iko menggandeng tim yang sudah setia bekerja sama dengannya sejak film pertamanya, Merantau (2009), Uwais Team. Ada koreografer bela diri, stuntman, operator sling, serta kru balik layar. Mereka itulah yang nantinya membantu Iko mengelola Uwais Pictures sekaligus menjadi kru film yang diproduksi.
Iko mengungkapkan bahwa ide mendirikan Uwais Pictures telah tercetus pada 2017. Saat itu, aktor Expend4bles itu tengah berada di Atlanta, AS, dan bertemu dengan Ryan Santoso yang kemudian menjadi chief executive producer Uwais Pictures.
’’Saya pikir kita butuh ikon lagi untuk film aksi Indonesia di tengah zaman yang sudah makin berkembang. Kami juga ingin memberikan edukasi lebih lagi terkait film aksi,” papar Iko.
Dia menambahkan bahwa bersama Uwais Pictures, film laga atau aksi yang diproduksi tidak sekadar adegan kekerasan, baku hantam, atau sadis. Iko ingin memberikan value lebih pada film laga yang dia produksi. Misalnya, unsur budaya, sejarah lokal, atau patriotisme.
Dua film telah diumumkan sebagai proyek pertama Uwais Pictures. Yakni, Ikatan Darah dan Timur. Keduanya telah rampung diproduksi dan direncanakan tayang tahun ini. Untuk Ikatan Darah, Iko menggandeng Sidharta Tata sebagai sutradara.
’’Ceritanya tentang mantan atlet pencak silat yang mau menyelamatkan kakaknya dari lintah darat dan gembong kejahatan,” papar Tata.
Iko bakal menjadi produser eksekutif untuk Ikatan Darah. Nama-nama cast untuk Ikatan Darah sudah terungkap. Salah satunya, aktris pendatang baru Livi Ciananta Item. Dia akan beradu peran Derby Romero, Ismi Melinda, Teuku Rifnu Wikana, Rama Ramadhan, Abdurrahman Arif, Agra Piliang, dan Lydia Kandou.
Sementara itu, Timur bakal mengusung genre aksi dengan unsur sejarah. Dalam teaser poster pertama film tersebut, tampak sebuah gubuk di tengah hutan dengan helikopter militer. Film yang disutradarai sendiri oleh Iko itu terinspirasi dari operasi Kopassus di Mapenduma, Papua, untuk menyelamatkan sandera pada 1996.
Iko –yang juga menjadi pemain di film Timur– menjelaskan bahwa Timur adalah film aksi yang menonjolkan nilai patriotisme. Cerita menegangkan lantas dibalut dengan sinematografi memukau kawasan hutan. Mengingat Prabowo Subianto (yang kala itu menjadi komandan jenderal Kopassus) adalah pemimpin operasi Mapenduma, Iko menambahkan sosoknya akan muncul di film meski tidak sama atau seutuhnya. ’’Semoga sesuai. Lagi pula cerita Timur hanya terinspirasi, tidak sepenuhnya true story,” ujarnya.
Iko mengakui bahwa menjadi sutradara dan pemeran dalam film Timur cukup menantang. Dia harus bisa membagi fokus dan waktu saat proses produksi Timur berlangsung. ’’Saya harus bisa bagi mindset saat duduk di kursi sutradara dan ketika jadi aktor. Untung, saya dibantu kru yang ngingetin saya untuk bisa melakukan keduanya dengan baik,” tambah suami Audy Item itu.
Lebih lanjut, mendirikan rumah produksi sendiri tidak membatasi karier depan layar Iko. Aktor Beyond Skyline tersebut mengaku terbuka dengan segala proyek dan kolaborasi, baik sebagai aktor maupun tim kreatif balik layar. ’’Kalau jadwal dan skrip oke, ayo aja!” tandas Iko. (c7/len)
Editor : A'an