PONTIANAK POST - Prosesi pemakaman aktor senior Ray Sahetapy berlangsung haru di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kemarin (4/4). Panji Surya Sahetapy juga turut mengantarkan sang ayah ke tempat peristirahatan terakhirnya setelah menempuh perjalanan dari Amerika Serikat.
Dia mengaku bangga menjadi anak Ray. Bukan cuma karena nama besar almarhum di industri hiburan melainkan juga karena kepribadian Ray yang kerap menanamkan rasa percaya diri kepada anak-anaknya. Terutama, kedua anaknya yang terlahir tuli.
"Orang tua kami selalu bangga menunjukkan bahwa kami tuli dan memperkenalkan kepada orang lain bagaimana cara berkomunikasi," ucap Surya.
Bukan hanya itu, Ray bersama mantan istrinya, Dewi Yull yang merupakan ibunda Surya, juga tidak pernah lelah memperjuangkan kesetaraan sosial untuk penyandang disabilitas.
"Ayah dan ibu selalu memperjuangkan agar orang tuli bisa setara dengan yang lain," ungkap Surya. Ray termasuk figur publik yang aktif melakukan kegiatan sosial. Khususnya, yang menyangkut teman tuli.
"Ayah itu menginspirasi banyak orang. Dia termasuk pendiri teater untuk anak-anak tuli. Semoga legacy-nya tetap berjalan ke depan," harap Surya.
Ray Sahetapy meninggal dunia akibat komplikasi pada Selasa (1/4). Sebelum meninggal, pemain film The Raid itu sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama dua pekan. (shf/len)
Editor : Miftahul Khair