PONTIANAK POST - Film Perang Kota yang disutradarai Mouly Surya menyatukan chemistry tiga aktor kenamaan Ariel Tatum, Chicco Jerikho dan Jerome Kurnia. Dalam film yang mengambil lokasi syuting di kawasan Kota Tua Surabaya itu, Chicco menjalani workshop intens memainkan biola untuk mendalami perannya sebagai guru alat musik itu.
Ariel memerankan tokoh Fatimah, istri seorang guru bernama Isa yang dimainkan oleh Chicco. Namun, rumah tangga mereka diusik kehadiran orang ketiga. Sosok tersebut adalah Hazil, murid les biola sekaligus sahabat Isa.
Ariel menceritakan bahwa mereka butuh lebih dari empat bulan untuk menjiwai karakter masing-masing sekaligus menyatukan chemistry.
”Kami bertiga hampir tiap hari selama 6-8 jam bareng-bareng membuat sebuah skena di dalam workshop,” kata Ariel saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (21/4).
Kemudian. Ariel, Chicco, dan Ar Barrani Lintang (pemeran anak) juga punya cara unik untuk membangun chemistry sebagai keluarga kecil. Yakni, memainkan sejumlah permainan tradisional. Salah satunya, kelereng.
”Aku dan Ar belum pernah main gundu. Tapi, itu kami lakukan untuk dapat chemistry ibu, bapak, anak. Seru banget, walau jariku sakit,” kenang Ariel.
Sementara itu, Chicco menjalani latihan biola selama 2 bulan secara intens. ”Sulit banget karena aku belum pernah coba main biola, biasanya gitar,” papar suami Putri Marino itu. Dia sampai membawa pulang biola tersebut untuk menyatukan jiwanya.
Lalu, latihan sendiri di rumah agar terlihat natural ketika di depan kamera. Istri dan anaknya, Suri, menjadi penonton sekaligus juri Chicco. ”Mereka menilai. Aku pun nanya gimana udah enak belum? Aku percaya diri ketika mereka mendengarku main biola,” ungkap Chicco.
Perang Kota mengusung genre drama dengan latar di Jakarta pada 1946. Selain di Kota Tua Surabaya, Mouly sebagai sutradara juga mengambil setting di Semarang, Ambarawa, dan Jogjakarta untuk menggambarkan Jakarta tempo dulu.
Film tersebut diadaptasi dari buku Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung. Perang Kota merupakan proyek kolaborasi internasional antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, serta AS. Film ini bakal tayang di bioskop mulai 30 April mendatang. (shf/nor)
Editor : Miftahul Khair