PONTIANAK POST - Karier DJ Panda seketika runtuh usai dilaporkan aktris Erika Carlina ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengancaman, ujaran kebencian, dan penyebaran data pribadi. Akibat laporan tersebut, DJ Panda kehilangan seluruh pekerjaannya dan kini mengaku menganggur. "Semua job dibatalkan, Koh. Sekarang nggak ada pekerjaan sama sekali," ujar DJ Panda dalam podcast di kanal YouTube Denny Sumargo, Jumat (25/7).
Ia mengaku terpuruk karena harus kehilangan karier yang tengah berada di puncak. Namun di sisi lain, DJ Panda juga mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya terhadap Erika adalah bentuk dari keangkuhan dan luapan emosi yang tidak terkendali. “Sedih pasti. Tapi saya kan laki-laki. Apa yang sudah saya lakukan, ya sudah jadi bubur. Mau tidak mau saya harus terima,” ucapnya.
Pengakuan DJ Panda sejalan dengan laporan Erika Carlina yang menyebutkan bahwa ia telah menerima ancaman, penggiringan opini negatif, hingga penyebaran data pribadinya, termasuk foto hasil USG, ke dalam grup penggemar DJ Panda yang beranggotakan sekitar 500 orang.
“Aku melapor dan minta perlindungan hukum karena ada ancaman yang membahayakan janin aku. Kalau tidak, sampai kapanpun masalah kehamilan ini mungkin tidak akan terekspos,” ujar Erika saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis malam (24/7), usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor.
Menurut Erika, dalam grup tersebut juga terdapat rencana untuk menyerangnya di hari persalinan. Ia mengaku syok ketika mulai menerima pesan-pesan dari warganet yang mengetahui kehamilannya, informasi yang seharusnya belum diketahui publik.
“Di grup itu sempat dilontarkan bahwa pada Agustus nanti mereka akan menyerang akun aku. Bahkan, pada 21 Juli aku sudah mulai diserang lewat DM. Aku juga bingung kenapa orang-orang bisa tahu aku hamil. Ternyata sumbernya dari grup itu,” ungkap Erika.
DJ Panda tak menampik semua tuduhan tersebut. Ia mengakui bahwa dalam kondisi marah dan kecewa, dirinya menyusun narasi bahwa anak yang dikandung Erika bukanlah anaknya, serta meminta para penggemarnya menyerang Erika di media sosial. “Saya arogan, saya kesal, saya sombong, saya sakit hati. Sampai akhirnya saya posting foto USG di grup fans,” kata DJ Panda. “Saya terlalu sombong. Mungkin ini teguran buat saya. Saya sadar ke depannya harus berubah jadi lebih baik.”
DJ Panda mengungkapkan, kekecewaannya dipicu pernyataan Erika yang menyebut bahwa anaknya kelak tidak perlu tahu siapa ayah kandungnya. Rasa cemburu pun semakin membakar karena Erika diketahui dekat dengan pria lain saat mereka masih berhubungan, meskipun dirinya sendiri mengaku juga dekat dengan perempuan lain. “Saya kecewa, saya cemburu. Tapi saya juga nggak bener, saya juga dekat sama cewek lain,” aku DJ Panda.
Menanggapi anggapan bahwa kemunculannya di podcast hanya untuk mencari simpati, DJ Panda menegaskan dirinya datang untuk menyelesaikan masalah, bukan menarik perhatian publik. “Saya nggak ngarepin simpati. Saya ke sini ingin selesaikan masalah. Kalau tetap nggak ada job, saya ikhlas,” tegasnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa laporan Erika telah diterima pada 19 Juli 2025 dengan nomor registrasi LP/B/5027/VII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. "Yang dilaporkan adalah peristiwa pada 21 Juni 2025. Laporan dibuat sebulan kemudian. Terlapor dalam hal ini berinisial GSS,” ujar Ade Ary kepada wartawan.
Ia menambahkan, barang bukti berupa rekaman digital dari grup media sosial juga telah diserahkan Erika. Dalam percakapan itu, terlapor diduga mengancam akan menghancurkan karier Erika, menyebar hoaks bahwa anak dalam kandungannya bukan anak kandung DJ Panda, bahkan menyebut Erika sebagai "psikopat".
Saat ini, proses penyelidikan tengah berjalan. Penyidik akan memanggil DJ Panda dan sejumlah saksi untuk pendalaman kasus. “Penyelidikan dilakukan untuk menentukan apakah perbuatan tersebut memenuhi unsur tindak pidana dan bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan. Akan ada pemanggilan terhadap saksi-saksi,” jelas Kombes Ade Ary. (jpc)
Editor : Hanif