PONTINAK POST - Penyanyi sekaligus pebisnis Ashanty resmi menutup seluruh outlet bisnis kuenya yang berlabel Lumiere. Sebanyak 15 gerai ditutup dan sekitar 200 karyawan ikut terdampak. Keputusan besar ini, diakui Ashanty, menjadi salah satu momen paling berat dalam hidupnya. Penutupan Lumiere bukan disebabkan oleh sepinya pelanggan. Justru sebaliknya, bisnis kue tersebut masih memiliki basis pembeli yang cukup kuat.
Namun, Ashanty memilih menghentikannya karena persoalan internal yang tak kunjung terselesaikan. “Ada masalah internal, tapi aku nggak bisa cerita masalahnya apa,” ujar Ashanty saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (31/7).
Istri musisi Anang Hermansyah ini mengatakan, keputusan tersebut sudah dipikirkan sejak lama dan telah disampaikan kepada para karyawan sekitar tiga bulan sebelumnya. Namun demikian, beban emosional tetap menghantui. Ashanty mengaku sangat terpukul karena harus mengambil keputusan yang berdampak pada banyak orang.
“Sebulan ini bisa dibilang adalah masa paling hancur buat aku. Karena ini keputusan terberat, ada banyak orang yang bergantung sama kami,” ungkapnya haru.
Meski outlet ditutup, Ashanty tak tinggal diam. Ia berusaha tetap memberdayakan para pekerja yang terdampak. Sekitar 50 orang dari ratusan karyawan direkrut untuk bergabung dalam lini usaha barunya: bisnis bakmi ayam. “Jadi sekarang kita fokusnya ke bisnis bakmi ayam,” tutur Ashanty, yang masih menyewa beberapa gedung hingga akhir tahun depan dan memanfaatkannya untuk usaha baru. (jpc)
Editor : Hanif