Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

“Setiap Kali Bikin Tulisan Baru, Kami Selalu Jatuh Cinta”, Kenang Personel untuk Wing Coffternoon

Siti Sulbiyah • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:20 WIB

(Dari kiri) Galih, Rio KacanK, dan Aji, adalah para personel band Coffternoon yang masih tersisa.
(Dari kiri) Galih, Rio KacanK, dan Aji, adalah para personel band Coffternoon yang masih tersisa.

Kepergian Edwin Setyadi Raharja atau yang lebih dikenal dengan nama Wing meninggalkan duka mendalam bagi para personel band Coffternoon. Tiga personel tersisa, Ajir, Galih, dan Rio Kacank, mengenang Wing sebagai sosok sentral yang bukan hanya penting dalam perjalanan band, tetapi juga sangat berarti secara pribadi.

KEDEKATAN Wing dengan para personel Coffternoon telah terjalin sejak lama. Ajir mengaku mengenal Wing sejak 2009, ketika keduanya aktif berkesenian di Taman Budaya Pontianak.

“Kalau dihitung-hitung, kenal Wing itu sejak 2009. Wing itu, yang aku tahu, orang yang paling setia kawan,” ungkap Ajir, Selasa (3/2).

Menurutnya, kebaikan Wing sulit dilupakan karena hampir setiap langkah yang diambilnya selalu ditujukan untuk kebaikan kawan-kawan di sekitarnya. Dalam perjalanan Coffternoon, peran Wing sangat besar, terutama sebagai penulis lagu utama.

Baca Juga: Dunia Musik Kalbar Berduka, Vokalis Coffternoon Wing Tutup Usia

“Coffternoon itu sudah pasti dia. Beberapa tulisan itu memang kita akui milik dia,” katanya.

Hampir seluruh karya Coffternoon lahir dari tangan Wing. Lagu-lagu yang dikenal luas publik seperti Amira, Sepanjang Hari, dan Di Sudut Pontianak merupakan buah pemikirannya. Kedalaman makna serta kekuatan diksi dalam lirik-liriknya membuat personel lain sepenuhnya mempercayakan urusan penulisan lagu kepadanya.

“Setiap kali dia bikin tulisan baru, kami itu selalu jatuh cinta sama tulisan dia,” tambah Ajir.

Salah satu momen paling berkesan adalah proses lahirnya lagu Di Sudut Pontianak, yang dikerjakan hanya dalam waktu dua hari demi mengejar momentum peringatan ulang tahun Kota Pontianak. Ide tersebut sepenuhnya datang dari Wing, yang dikenal tak ingin melewatkan momen penting tanpa melahirkan karya.

Coffternoon sendiri pernah berada pada formasi yang dianggap paling utuh. Namun, band ini juga harus kehilangan salah satu personel lainnya, almarhum Haris Mutiar, pada tahun 2019.

Baca Juga: Reza Arap Buka Suara soal Kematian Lula, Polisi Tampilkan Rekaman CCTV

Kini Coffternoon kembali kehilangan personel mereka. Wing, yang dikenal sebagai vokalis Coffternoon, dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 2 Februari 2026, di Malang, Jawa Timur. Ia dimakamkan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kesan mendalam juga disampaikan Galih. Menurutnya, Wing adalah sosok yang selalu hadir untuk sesama, terutama saat kawan-kawan berada dalam kesulitan.

“Banyak contoh ketika kawan-kawan sakit atau ada yang meninggal. Wing itu salah satu yang paling awal menggalang dana atau menggerakkan bantuan,” kata Galih.

Galih bahkan menyebut Coffternoon sebagai representasi dari Wing itu sendiri. Ia menilai tidak ada sosok yang bisa menggantikan peran Wing di dalam band, meski secara teknis Coffternoon tidak pernah benar-benar bubar.

Kini, Coffternoon menyisakan tiga personel, yakni Ajir, Galih, dan Rio Kacank. Meski telah lama vakum, mereka menegaskan bahwa Coffternoon tidak pernah mati.

“Coffternoon itu nggak pernah bubar. Coffternoon itu cuma vakum, cuma dinonaktifkan,” tegas Ajir.

Namun demikian, para personel mengakui bahwa kehilangan Wing membuat Coffternoon tak mungkin berjalan seperti sebelumnya. “Menurut aku pribadi, wajahnya Coffternoon itu ya Wing. Nggak ada vokalis lain yang bisa menggantikan dia,” tambahnya.

Meski Wing telah berpulang, karya-karya yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi penanda perjalanan Coffternoon dalam sejarah musik Pontianak. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Mengenang #vokalis #Wing #personel #Coffternoon