PONTIANAK POST - Banyak keluarga merasa uang belanja cepat habis sebelum akhir bulan. Padahal, penyebabnya sering bukan karena konsumsi berlebihan, melainkan kebiasaan kecil yang tidak disadari.
Perencana keuangan FINANTE, Rahma Maryama CFP, mengatakan pengeluaran kecil seperti jajan online atau biaya admin transfer dapat menjadi sumber kebocoran keuangan rumah tangga jika tidak dipantau.
’’Dengan begitu, kita bisa mendeteksi kebocoran kecil seperti biaya admin transfer atau jajan online, melakukan evaluasi secara real time, serta memiliki data untuk membandingkan harga antartoko,’’ jelasnya, dilansir dari Jawapos.
Baca Juga: Sebelum Menikah, Pasangan Perlu Terbuka Soal Utang dan Penghasilan Finansial
Karena itu, Rahma menilai pencatatan keuangan harian sangat penting dilakukan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Dengan pencatatan rutin, keluarga bisa mengetahui pola pengeluaran sekaligus mengevaluasi kebutuhan yang sebenarnya masih bisa ditekan.
Menurutnya, pos hiburan dan gaya hidup menjadi pengeluaran yang paling realistis dikurangi sementara waktu.
Baca Juga: Strategi Mengatur Anggaran Rumah Tangga Saat Harga Pangan Naik
Langganan streaming yang jarang digunakan, makan di luar, hingga belanja barang hobi bisa ditunda demi menjaga kestabilan anggaran dapur.
Rahma juga mengingatkan pentingnya mengelola pola belanja dan kebiasaan memasak di rumah agar kebutuhan dapur tetap tercukupi hingga akhir bulan.
’’Seringkali uang dapur cepat habis bukan karena makan terlalu banyak, tetapi karena bahan terbuang atau dibeli tanpa rencana,’’ ujarnya.
Langkah awal yang disarankan adalah melakukan inventarisasi bahan makanan sebelum berbelanja. Audit sederhana di kulkas dan lemari dapur membantu memastikan stok lama dihabiskan lebih dulu.
’’Prinsipnya sederhana: habiskan stok, baru belanja,’’ katanya. (*)
Editor : Chairunnisya