Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebelum Menikah, Pasangan Perlu Terbuka Soal Utang dan Penghasilan Finansial

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi pasangan (AI)
Ilustrasi pasangan (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Menyatukan dua orang dalam pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga kesiapan menghadapi realitas finansial bersama.

Karena itu, pasangan disarankan mulai membahas berbagai aspek keuangan sejak sebelum menikah.

Psikolog sekaligus konselor pernikahan Ratna Sari menyebut penghasilan menjadi hal paling esensial yang perlu dibicarakan pasangan.

Advertisement

Pasangan Harus Terbuka

Menurutnya, pasangan perlu terbuka mengenai sumber penghasilan dan stabilitas finansial agar bisa menyesuaikan gaya hidup sekaligus menyusun tujuan keuangan bersama.

Advertisement

Selain penghasilan, Ratna menilai pasangan juga perlu terbuka mengenai utang, cicilan, tabungan, investasi, hingga tanggung jawab finansial kepada keluarga.

’’Bukan soal boleh atau tidak memberi ke keluarga, tetapi nilai dan kesepakatannya harus dibicarakan bersama, bukan keputusan sepihak,’’ tegasnya, dikutip dari Jawapos.

Bahas Pola Konsumsi

Tak hanya itu, pola konsumsi sehari-hari juga penting untuk dibahas sejak awal. Mulai dari kebiasaan belanja, penggunaan kartu kredit, hingga prioritas pengeluaran.

Ratna mengatakan pasangan juga perlu mendiskusikan rencana finansial jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk biaya anak, pendidikan, asuransi, hingga strategi pensiun.

Meski banyak hal yang harus dibicarakan, ia menegaskan semua topik itu tidak harus selesai dalam satu pertemuan.

’’Bisa bertahap, beberapa kali. Yang penting konsisten dan terbuka, supaya tidak terasa seperti audit keuangan,’’ ujarnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Donasi Atas Nama Tamu Jadi Tren Baru Suvenir Pernikahan Modern

Donasi Atas Nama Tamu Jadi Tren Baru Suvenir Pernikahan Modern

Donasi sosial menjadi alternatif suvenir pernikahan yang dinilai lebih etis dan bermakna.

Bukan Sekadar Oleh-Oleh, Suvenir Makanan Simbol Berbagi Rezeki Dalam Pernikahan

Bukan Sekadar Oleh-Oleh, Suvenir Makanan Simbol Berbagi Rezeki Dalam Pernikahan

Suvenir makanan tradisional dinilai lebih hangat, membumi, dan merekatkan identitas budaya.

Etika Memberi Suvenir Pernikahan Agar Tidak Terlihat Berlebihan dan Pamer

Etika Memberi Suvenir Pernikahan Agar Tidak Terlihat Berlebihan dan Pamer

Suvenir pernikahan bukan sekadar pelengkap pesta, tetapi simbol penghargaan dan kebersamaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer