PONTIANAK POST - Penyanyi papan atas Ed Sheeran resmi meninggalkan label rekaman Warner Music Group.
Keputusan besar ini mengakhiri kerja sama profesional yang telah berjalan selama 15 tahun.
Melansir laporan Variety, Sheeran mengumumkan kabar ini lewat surat terbuka kepada penggemar.
Pihak Warner Music kemudian mengonfirmasi kabar tersebut kepada media Inggris, Music Week.
Alasan Ed Sheeran Tinggalkan Warner Music
Sheeran menegaskan keputusan hengkang ini bukan karena adanya konflik dengan pihak label rekaman.
Dia mengaku hanya membutuhkan perubahan baru dalam perjalanan karier profesionalnya ke depan.
"Ini bukan situasi artis yang pergi karena kecewa terhadap label," ungkap Ed Sheeran dalam pesannya.
Baca Juga: Ed Sheeran Tampil Botak Usai Sembuh dari Penyakit Shingles, Sebut sebagai ‘Fresh Start’
Dia merasa perlu perubahan dalam cara menjalani kehidupan profesionalnya.
Sheeran mengenang transformasinya dari remaja di pub kecil hingga menjadi bintang pop stadion dunia.
Kenangan Awal Karier Bersama Asylum Records
Penyanyi asal Inggris ini pertama kali bergabung dengan Asylum Records, anak perusahaan Warner, saat berusia 18 tahun.
Dia sangat mengenang jasa Ed Howard dari Asylum Records kala itu.
Howard dan tim tetap setia datang ke berbagai pertunjukan kecilnya di pub. Padahal, saat itu penonton yang hadir dalam acaranya sangat sedikit.
"Karena dukungan tersebut, saya memutuskan langsung menandatangani kontrak," kenang Sheeran mengenai awal kariernya.
Baca Juga: Miley Cyrus Raih Bintang Hollywood Walk of Fame, Anya Taylor-Joy Beri Pidato Haru
Catatan Rekor Fantastis Selama 15 Tahun
Selama 15 tahun bersama Warner, Sheeran sukses merilis delapan album studio yang sangat fenomenal.
Dia juga berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu artis paling sukses di dunia.
Sejak debut album "+" pada 2011, Sheeran diperkirakan telah menjual lebih dari 200 juta album.
Lagunya yang berjudul "Shape of You" bahkan hampir menembus lima miliar streaming di Spotify.
Sementara itu, album "÷" (Divide) yang rilis 2017 mencatat hampir 40 juta unit ekuivalen album. Angka ini menjadikannya salah satu album tersukses pada era streaming.
Baca Juga: Taylor Swift Absen AMAs 2026: Padahal Borong Nominasi Terbanyak
Nasib Karya Lama dan Rumor Label Baru
Meski begitu, beberapa rilisan terbaru Sheeran tercatat tidak sekomersial karya-karya terdahulu.
Album terbarunya yang bertajuk "Play" hanya menduduki posisi kelima tangga album Amerika Serikat.
Pihak Warner menyatakan bahwa katalog musik lama Sheeran akan tetap berada dalam pengelolaan mereka.
Namun, hak distribusi karya terbaru Sheeran kini dialihkan ke bawah label miliknya sendiri, Gingerbread Man Records.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai rumor kepindahan Ed Sheeran ke Universal Music Group.(ant)
Editor : Uray Ronald