Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Film Animasi Hoppers Angkat Isu Lingkungan dengan Cara Absurd dan Menghibur

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:09 WIB
Mabel (Piper Curda) masuk ke dalam robot berang-berang sehingga ia bisa membaur dan bercakap-cakap dengan para binatang. (DISNEY)
Mabel (Piper Curda) masuk ke dalam robot berang-berang sehingga ia bisa membaur dan bercakap-cakap dengan para binatang. (DISNEY)

PONTIANAK POST - Di tengah isu lingkungan dan ruang terbuka hijau yang terus menjadi perhatian, film animasi kini tak hanya hadir sebagai hiburan.

Pixar lewat Hoppers mencoba membawa persoalan tersebut ke layar dengan pendekatan ringan, jenaka, sekaligus menyentuh.

Dilansir dari Jawapos, film ini mengikuti kisah Mabel Tanaka (Piper Curda), remaja penyayang hewan dan pecinta alam.

Baca Juga: Film Mick Jagger 'Three Incestuous Sisters' Digarap, Ini Bocoran Perannya

Bagi Mabel, alam bukan sekadar ruang terbuka, melainkan elemen hidup yang merangkul segalanya.

Hewan-hewan di sekitarnya pun dianggap sebagai sesama penghuni bumi yang layak dijaga.

Lahan Hijau yang Terancam Pembangunan

Mabel memiliki tempat favorit berupa lahan terbuka dan kolam alami di dekat rumah neneknya.

Baca Juga: Film Animasi “Merah Putih One for All” Panen Kritik Jelang Tayang

Tempat itu menjadi ruang menenangkan diri sekaligus habitat berbagai hewan seperti berang-berang, rusa, rakun, ikan, hingga bebek.

Namun situasi berubah ketika Walikota Jerry Generazzon (Jon Hamm) berencana membangun jalan raya di area tersebut.

Pembangunan itu membuat habitat alami para hewan terancam dihancurkan.

Baca Juga: Semesta Avatar Diperluas, James Cameron Siapkan Serial Animasi dan Film Streaming Bertema Pandora

Mabel menjadi sosok paling vokal menentang proyek tersebut. Sayangnya, Jerry tetap bersikeras melanjutkan pembangunan jalan raya.

Teknologi Hoppers dan Dunia Hewan

Untuk membuktikan bahwa lahan itu layak diselamatkan, Mabel harus menemukan keberadaan berang-berang yang sudah lama menghilang.

Di tengah kebingungannya, dia menemukan robot berang-berang karya dosennya, Dr. Sam (Kathy Najimy).

Robot itu dilengkapi teknologi bernama Hoppers, yang memungkinkan manusia menanamkan kesadarannya ke dalam robot dan memahami bahasa hewan.

Baca Juga: Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Salip KKN di Desa Penari

Melalui teknologi tersebut, Mabel mencoba meyakinkan para hewan agar kembali ke habitat asli mereka sebelum tempat itu dihancurkan.

Komedi Absurd dengan Pesan Serius

Sejak awal, Hoppers menempatkan hewan sebagai fokus utama cerita.

Film ini memperlihatkan bagaimana hewan sebenarnya menjadi pihak yang paling terdampak ketika alam dirusak, namun tak memiliki suara untuk melawan.

Baca Juga: Rachel Amanda dan Rifnu Wikana Tampil Solid dalam Film Suka Duka Tawa

Nuansa fabel Disney terasa kuat ketika Mabel bisa bercakap-cakap dengan hewan-hewan di alam liar.

Situasi itu melahirkan berbagai momen absurd sekaligus lucu, mulai dari dewan hewan, tarian para berang-berang, hingga hiu terbang.

Meski dipenuhi humor, Hoppers tetap membawa pesan serius tentang lingkungan hidup dan dampak pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan alam.

Baca Juga: Film Sekuel Michael Jackson Resmi Digarap, Lionsgate Janjikan Lebih Seru

Relevan dengan Kondisi Dunia Nyata

Film ini juga terasa dekat dengan realitas. Isu kerusakan alam akibat pembangunan dan kepentingan korporasi menjadi tema yang mudah ditemukan di berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap semena-mena turut menjadi elemen penting dalam cerita.

Karena itu, Hoppers bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga pengingat bahwa menjaga alam menjadi isu yang semakin mendesak. (*)

Editor : Chairunnisya
#film #drama #film animasi