PONTIANAK POST - Ada kalanya pengalaman pribadi menjadi sumber inspirasi paling kuat dalam berkarya. Hal itu pula yang dirasakan Idgitaf saat merampungkan album penuh keduanya yang bertajuk Berusaha di Bawah Hujan.
Dilansir dari Jawapos, penyanyi bernama lengkap Brigitta Sriulina Meliala tersebut menghadirkan warna baru dalam karya terbarunya. Melalui album ini, Idgitaf menyuntikkan elemen country yang berpadu dengan karakter pop khasnya.
Tak hanya menawarkan eksplorasi musikal, album ini juga menandai perubahan tema dalam perjalanan kreatifnya. Sebanyak 12 lagu dirangkai menjadi satu narasi utuh yang mengisahkan proses pendewasaan serta dinamika hubungan romantis.
Baca Juga: Mendengarkan Musik Bareng Teman Ternyata Bikin Otak dan Emosi "Satu Frekuensi"
"Album ini lahir dari pengalaman jatuh cinta yang terasa baru buat aku. Rasanya kata-kata saja tidak cukup, jadi aku tuangkan lewat musik," ujar penyanyi yang akrab disapa Gita.
Digarap Lebih dari Setahun
Proses pengerjaan album berlangsung cukup panjang, yakni sejak Februari 2025 hingga April 2026.
Dalam prosesnya, Gita bekerja sama dengan sejumlah produser, di antaranya Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, hingga Luthfi Adianto. Kolaborasi tersebut turut memperkaya warna musik yang dihadirkan dalam album.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Vidi Aldiano, Penyanyi Pop yang Mewarnai Industri Musik Indonesia
Kolaborasi dengan Hindia dan Dere
Selain melibatkan banyak produser, album ini juga menghadirkan kolaborasi bersama sesama musisi.
Idgitaf berduet dengan Hindia dalam lagu Masih Ada Cahaya. Sementara itu, lagu Setengah Langit dibawakan bersama Dere.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting yang memperkuat narasi dan emosi yang ingin disampaikan dalam Berusaha di Bawah Hujan. (*)
Editor : Chairunnisya