Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sekawan Limo 2 Angkat Mitos Gunung dan Singgung Tragedi 1998

Chairunnisya • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:51 WIB
Perjalanan di Gunung Klawih. Aruna  jadi sosok yang membimbing perjalanan mereka. (SKAK STUDIOS)
Perjalanan di Gunung Klawih. Aruna jadi sosok yang membimbing perjalanan mereka. (SKAK STUDIOS)

PONTIANAK POST - Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih tidak hanya menawarkan horor dan komedi, tetapi juga menghadirkan kisah yang berangkat dari mitos lokal.

Dilansir dari Jawapos, Bayu Skak kembali mengangkat cerita yang dekat dengan budaya masyarakat Jawa Timur. Kali ini, ia mengeksplorasi mitos pesugihan Gunung Kawi yang kemudian dipelesetkan menjadi Gunung Klawih.

Pilihan tersebut memberikan nuansa autentik dalam film, terutama karena para karakter tetap menggunakan bahasa Jawa Timuran dalam percakapan sehari-hari.

Baca Juga: Cerita Mistis Nirina Zubir, Sosok Misterius Muncul di Foto Syuting Film Horor

Di balik unsur horornya, film ini mengisahkan rahasia keluarga Andrew yang terikat kontrak gaib dengan makhluk penunggu Gunung Klawih. Kontrak yang dibuat ayahnya demi kesuksesan bisnis itu kemudian menimbulkan ancaman bagi generasi berikutnya.

Untuk menghentikan tumbal yang terus ditagih, Andrew bersama sahabat-sahabatnya harus kembali ke Gunung Klawih dan membatalkan perjanjian tersebut.

Konflik Personal Menjadi Kekuatan Cerita

Selain menghadapi ancaman gaib, para karakter juga bergulat dengan persoalan kehidupan yang lebih realistis.

Baca Juga: Febby Rastanty Alami Kejadian Mistis di Film Horor Terbarunya

Bagas, Lenni, Dicky, Andrew, dan Juna kini berada pada fase hidup yang berbeda dibanding film pertama. Mereka menghadapi tanggung jawab, persoalan keluarga, hingga hubungan asmara.

“Film kedua ini harus ada peningkatan. Karakter-karakternya lebih dewasa dan punya hidup masing-masing. Mereka juga punya tanggung jawab seiring jadi dewasa,” papar Bayu.

Pendekatan tersebut membuat konflik dalam film terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Film Dasim: Horor Misteri Religi Karya Ginanti Rona, Angkat Sosok Jin Perusak Rumah Tangga

“Jadi, karakternya itu nggak selalu baik-baik aja. Tulisan Nona Ica ini sangat realistis,” ujar Nadya.

Menyisipkan Ingatan tentang Tragedi 1998

Salah satu elemen baru yang muncul dalam Sekawan Limo 2 adalah penyisipan sejarah kelam Indonesia.

Bayu dan Nona Ica memasukkan peristiwa kerusuhan 1998 yang di dalamnya terdapat tragedi rasial. Meski hanya muncul singkat, adegan tersebut menjadi bagian penting yang membentuk latar belakang serta motivasi salah satu tokoh dalam cerita.

Bagi para pemain, kehadiran elemen sejarah tersebut memiliki makna tersendiri. Terlebih, film ini dirilis pada Mei, bulan yang sama dengan terjadinya tragedi 1998.

Baca Juga: Emir Mahira dan Aisyah Aqilah Bintangi Film Horor "Tenung' Adaptasi Risa Saraswati

Indra berharap film ini dapat menjadi pengingat agar peristiwa tersebut tidak dilupakan.

“Semoga dengan ini jangan sampai ada pemutihan sejarah, jangan ada yang cuci tangan atas tragedi yang terjadi. Negara harus mengakui dan minta maaf,” tegasnya.

Melalui perpaduan horor, komedi, drama keluarga, dan sentuhan sejarah, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih berusaha menghadirkan cerita yang lebih luas sekaligus lebih emosional dibanding pendahulunya. (*)

Editor : Chairunnisya
#film #film horor