Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tak Sekadar Horor Komedi, Sekawan Limo 2 Tampil Lebih Dewasa

Chairunnisya • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:56 WIB
Adegan dalam Sekawan Limo 2 (DOK JAWAPOS)
Adegan dalam Sekawan Limo 2 (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST -  Persahabatan sering kali menghadapi tantangan baru seiring bertambahnya usia. Tema itulah yang menjadi salah satu warna utama dalam film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, sekuel terbaru karya sutradara Bayu Skak.

Dilansir dari Jawapos, Bagas (Bayu), Andrew (Indra Pramujito), Dicky (Firza Valaza), Lenni (Nadya Arina), dan Juna (Benedictus Siregar) masih menjalin persahabatan setelah peristiwa di film pertama.

Namun, kehidupan mereka kini telah berubah. Masing-masing memiliki persoalan sendiri, termasuk hubungan Bagas dan Lenni yang mulai diuji oleh perbedaan jalan hidup.

Baca Juga: Sekawan Limo 2 Angkat Mitos Gunung dan Singgung Tragedi 1998

Di tengah berbagai persoalan itu, Andrew menyimpan rahasia besar. Keluarganya ternyata pernah melakukan kontrak gaib dengan makhluk penunggu Gunung Klawih. Kontrak tersebut dibuat oleh ayah Andrew demi kesuksesan bisnis.

Sebagai konsekuensinya, sang penunggu Gunung Klawih menuntut tumbal dari keluarga atau keturunan ayah Andrew.

Untuk menghentikan kutukan tersebut, Bagas dan sahabat-sahabatnya harus mengantar Andrew kembali ke Gunung Klawih agar kontrak itu dapat dibatalkan sebelum anak dan istrinya menjadi korban.

Baca Juga: Cerita Mistis Nirina Zubir, Sosok Misterius Muncul di Foto Syuting Film Horor

Meski Lenni kini sibuk bekerja kantoran, geng Sekawan Limo kembali bertualang demi membantu sahabat mereka.

Karakter Lebih Dewasa dan Punya Tanggung Jawab

Dalam sekuel ini, Bayu Skak tidak hanya mempertahankan unsur horor dan komedi yang menjadi ciri khas film pertama. Bersama penulis naskah Nona Ica, ia menghadirkan cerita yang lebih dramatis dengan fokus pada proses pendewasaan para karakter.

Baca Juga: Febby Rastanty Alami Kejadian Mistis di Film Horor Terbarunya

“Film kedua ini harus ada peningkatan. Karakter-karakternya lebih dewasa dan punya hidup masing-masing. Mereka juga punya tanggung jawab seiring jadi dewasa,” papar Bayu.

Proses pendewasaan tersebut menjadi sumber konflik baru. Persoalan yang dihadapi para tokoh tidak lagi sebatas melawan makhluk gaib, tetapi juga berkaitan dengan keluarga, pasangan, dan hubungan persahabatan.

“Jadi, karakternya itu nggak selalu baik-baik aja. Tulisan Nona Ica ini sangat realistis,” ujar Nadya.

Tetap Mengandalkan Horor dan Komedi Khas Jawa Timuran

Bayu tetap mempertahankan elemen horor yang berangkat dari mitos lokal. Kali ini, ia menggali mitos pesugihan Gunung Kawi yang kemudian dipelesetkan menjadi Gunung Klawih.

Nuansa lokal semakin terasa melalui penggunaan bahasa Jawa Timuran dalam dialog para tokohnya. Komedi yang disajikan juga masih mengandalkan celetukan khas yang dekat dengan keseharian masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: 'Para Perasuk': Maudy Ayunda & Anggun C. Sasmi Kolaborasi dalam Film Horor dengan Konsep Unik

Kehadiran Kartolo dan Marwoto sebagai komedian lokal turut menambah unsur kelucuan.

Sementara itu, Bayu dan Joshua Suherman sebagai konsultan komedi mengatur dialog agar tetap dapat dinikmati penonton yang tidak memahami bahasa Jawa, termasuk melalui penggunaan takarir.

Teror yang Menjangkau Keluarga

Dari sisi horor, konflik dalam film ini diperluas. Teror tidak hanya menyasar geng Sekawan Limo, tetapi juga keluarga Andrew.

Baca Juga: Film Horor "Angkara Murka" Tayang Perdana di Italia, Rilis di Indonesia 22 Mei 2025

Kondisi tersebut membuat penonton memiliki alasan emosional untuk bersimpati kepada para karakter yang menjadi sasaran teror. Unsur kekeluargaan yang kuat menambah ketegangan sekaligus memperkuat lapisan drama dalam cerita.

Film ini juga menghadirkan karakter baru, yakni Aruna (Jihane Almira), mantan adik kelas Bagas saat kuliah. Kehadirannya menambah dinamika konflik, meski porsi karakternya dinilai belum terlalu banyak dieksplorasi. (*) 

Editor : Chairunnisya
#film #film horor