Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Anggun Ungkap Cara Mendalami Karakter Guru Asri di Para Perasuk

Chairunnisya • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:45 WIB
Anggun C Sasmi (DOK JAWAPOS)
Anggun C Sasmi (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Memasuki dunia akting menjadi pengalaman baru bagi Anggun.

Dalam film Para Perasuk, ia mendapat peran sebagai Guru Asri, karakter yang tegas, disiplin, dan memiliki kedekatan dengan dunia spiritual.

Di balik penampilannya sebagai Guru Asri, Anggun memiliki proses kreatif yang cukup unik.

Baca Juga: Anggun Debut Akting di Para Perasuk, Sempat Abaikan DM Wregas Bhanuteja

Menciptakan Mantra dari Interpretasi Wregas

Dilansir dari Jawapos, salah satu tantangan yang dihadapi Anggun adalah membuat puluhan mantra pemanggil roh yang digunakan dalam film.

Menurutnya, proses tersebut berlangsung spontan dan banyak dipengaruhi arahan langsung dari Wregas Bhanuteja.

"Jadi, aku nggak menyiapkan apa-apa sebenarnya. Wregas cuma bilang, ‘Oke, ini sekarang rohnya, roh bulus’."

Baca Juga: 'Para Perasuk': Maudy Ayunda & Anggun C. Sasmi Kolaborasi dalam Film Horor dengan Konsep Unik

"Terus Wregas langsung menari di depan saya. Jadi, apa yang Wregas beri saat itu, aku respon. Pokoknya apa yang aku dapatkan dari interpretasi Wregas di depan mata, setiap roh, aku bolak-balik lihat dia."

Pendekatan tersebut membuat Anggun lebih mengandalkan respons spontan dibanding persiapan yang terlalu teknis.

Terinspirasi Sosok Sang Ayah

Untuk membangun karakter Guru Asri yang tegas dan disiplin, Anggun ternyata mengambil inspirasi dari ayahnya.

Baca Juga: Bernyanyi dalam Bahasa Arab untuk Pertama Kalinya, Anggun Menuai Pujian

"Dulu bapakku (Darto Singo, Red) yang melatih aku nyanyi pakai bukunya pak Pranajaya."

Ia mengenang sosok ayah yang keras dalam mendidik, tetapi tidak pernah menggunakan kekerasan fisik.

"Bapakku sama sekali nggak bisa nyanyi, suaranya fals, tapi dia punya kuping (peka nada). Bapakku orang yang keras, tapi bukan fisik."

"Melainkan kata-kata yang dipilih langsung nusuk karena dia orang sastra, padahal suaranya nggak pernah naik. Dia menyampaikan sesuatu dengan tatapan mata konstan. Itu yang aku ingat saat meranin Guru Asri."

Baca Juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Wakili Indonesia di Oscar 2026

Kenangan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter yang diperankannya.

Pengalaman Baru yang Berkesan

Meski dikenal sebagai penyanyi internasional, Anggun mengaku banyak belajar selama menjalani proses syuting film.

Mulai dari berinteraksi dengan sesama pemain hingga menjalani proses produksi yang tidak mudah, semuanya memberikan pengalaman berbeda dibanding dunia musik.

Baca Juga: Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Salip KKN di Desa Penari

Pengalaman tersebut membuat Anggun semakin menghargai kerja kolektif dalam produksi film.

"Aku jadi merasa bahwa bikin film itu sulit banget. Respeknya nggak cuma ke para aktor, tapi kru juga karena mereka di situ datang paling awal dan terakhir pulang."

Melalui Para Perasuk, Anggun tidak hanya menjajal dunia akting, tetapi juga menemukan pengalaman baru yang memperluas perjalanan kariernya di industri hiburan. (*) 

Editor : Chairunnisya
#film #film horor #film indonesia