Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menari dengan Bayangan, Saat Album Hindia Menjadi Refleksi Sosial di Layar

Chairunnisya • Minggu, 14 Juni 2026 | 14:03 WIB
Musisi Baskara Putra atau Hindia (dua dari kiri) mengumumkan adaptasi album Menari dengan Bayangan menjadi film layar lebar, (DOK JAWAPOS)
Musisi Baskara Putra atau Hindia (dua dari kiri) mengumumkan adaptasi album Menari dengan Bayangan menjadi film layar lebar, (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST -  Sejak dirilis pada 2019, album Menari Dengan Bayangan dikenal sebagai karya yang dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Kini, album tersebut memasuki babak baru melalui proyek adaptasi visual yang melibatkan Hindia sebagai eksekutif produser.

Melalui proyek ini, narasi yang sebelumnya hadir dalam bentuk musik akan diterjemahkan ke medium visual yang lebih luas.

Baca Juga: Hindia Debut Jadi Eksekutif Produser Lewat Adaptasi Menari Dengan Bayangan

Membawa Keresahan dari Musik ke Layar

Sebagai musisi yang kerap mengangkat isu personal dan sosial dalam karyanya, Hindia melihat adaptasi ini sebagai kelanjutan dari pesan yang selama ini ia sampaikan melalui lagu-lagunya.

Proyek Menari Dengan Bayangan tidak hanya menghadirkan kembali cerita yang pernah didengar pendengar melalui musik, tetapi juga mencoba menyampaikan pengalaman emosional tersebut dalam bentuk yang berbeda.

Baca Juga: Taylor Swift Kini Bernilai Rp36 Triliun, Cetak Rekor sebagai Musisi Perempuan Terkaya di Dunia

Dengan pendekatan visual, cerita yang terkandung dalam album diharapkan dapat menjangkau audiens melalui pengalaman baru.

Refleksi Sosial yang Inklusif

Menurut Hindia, sejak awal album Menari Dengan Bayangan memang dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman yang terasa dekat dengan banyak orang.

Baca Juga: Sejumlah Musisi Indonesia Bebaskan Lagu Diputar tanpa Izin, LMKN: Tetap Bayar Royalti

"Karya ini dibuat sebagai refleksi sosial yang inklusif," tulis Hindia di Instagram pribadinya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pesan utama dalam karya ini tidak hanya berfokus pada pengalaman personal, tetapi juga berusaha menghadirkan ruang yang dapat dirasakan oleh berbagai kalangan.

Menghidupkan Narasi dalam Bentuk Baru

Baca Juga: Gustiwiw Tutup Usia, Musisi Muda Jenaka Pencipta Genre Endikup Berpulang

Adaptasi Menari Dengan Bayangan menjadi upaya untuk memperluas cara menikmati sebuah karya musik.

 Jika sebelumnya narasi hadir melalui lirik dan komposisi lagu, kini cerita yang sama akan dikembangkan melalui medium visual.

Bagi Hindia, proyek ini menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali dunia yang pernah dibangun dalam album debutnya. 

Melalui langkah tersebut, Menari Dengan Bayangan tidak hanya dikenang sebagai album musik, tetapi juga berkembang menjadi karya yang menjangkau audiens melalui bentuk penceritaan yang berbeda. (*)

Editor : Chairunnisya
#penyanyi #musisi #musik