PONTIANAK POST - Film Jurassic World: Dominion resmi tercatat sebagai film dengan biaya produksi terbesar dalam sejarah Hollywood. Berdasarkan dokumen keuangan terbaru yang diajukan di Inggris, Universal Pictures menghabiskan sekitar US$658,8 juta untuk memproduksi film tersebut, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Star Wars: The Force Awakens dengan biaya US$638,9 juta.
Temuan ini terungkap melalui laporan keuangan yang diwajibkan oleh sistem insentif produksi film Inggris. Transparansi tersebut membuka fakta yang selama puluhan tahun sulit diketahui karena studio Hollywood umumnya merahasiakan biaya produksi sesungguhnya.
Sistem Insentif Inggris Membuka Data yang Selama Ini Tertutup
Berbeda dengan Amerika Serikat, studio yang memproduksi film di Inggris berhak memperoleh insentif Audio-Visual Expenditure Credit (AVEC).
Sebagai syarat menerima penggantian dana hingga 25,5 persen dari pengeluaran produksi, perusahaan harus menyerahkan laporan keuangan rinci kepada pemerintah Inggris. Dokumen itulah yang kemudian mengungkap besarnya biaya sebenarnya di balik produksi Jurassic World: Dominion.
Menurut analisis laporan keuangan terbaru, biaya produksi film terus bertambah hingga akhir 2024 dan mencapai total US$658,8 juta. Angka tersebut secara resmi menggeser Star Wars: The Force Awakens dari posisi puncak daftar film termahal sepanjang masa.
Baca Juga: Avatar 4 dan Avatar 5 Segera Digarap, James Cameron Pangkas Biaya dan Waktu Produksi
Pandemi Covid-19 Jadi Penyebab Utama Lonjakan Biaya
Produksi film berlangsung pada puncak pandemi Covid-19 tahun 2020.
Universal harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menanggung biaya penundaan produksi selama berbulan-bulan, serta mempertahankan kesiapan kru dan fasilitas selama proses syuting tertunda.
Para pemeran utama seperti Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Sam Neill, Laura Dern, dan Jeff Goldblum bahkan menjalani masa karantina panjang di Hotel Langley dekat Pinewood Studios, Inggris.
Laporan Fortune menyebut biaya kamar hotel mewah tersebut mencapai lebih dari US$600 per malam, belum termasuk kebutuhan logistik dan operasional produksi lainnya.
Selain itu, Universal tetap harus membayar staf, menjaga set produksi, menyewa peralatan, serta mempertahankan kontrak sejumlah kepala departemen selama proses syuting tertunda.
Pemerintah Inggris Kembalikan Lebih dari US$127 Juta
Meski biaya produksi mencapai rekor tertinggi, Universal memperoleh bantuan signifikan dari program insentif Inggris.
Dokumen keuangan menunjukkan studio menerima penggantian dana sekitar US$127,8 juta, sehingga biaya bersih yang ditanggung perusahaan turun menjadi sekitar US$531 juta.
Secara keseluruhan, trilogi terbaru Jurassic World memperoleh insentif lebih dari US$262 juta dari pemerintah Inggris.
Apakah Jurassic World: Dominion Untung?
Dari sisi komersial, Jurassic World: Dominion tetap mencatat pencapaian besar.
Film tersebut menghasilkan US$376,9 juta di Amerika Utara dan US$626,8 juta di pasar internasional, sehingga total pendapatan global mencapai lebih dari US$1 miliar. Film ini menjadi film terlaris ketiga tahun 2022 dan salah satu dari sedikit film pascapandemi yang berhasil menembus angka tersebut.
Namun, pendapatan box office tidak sepenuhnya masuk ke kantong studio.
Sebagian besar bioskop mengambil porsi signifikan dari penjualan tiket, sehingga keuntungan riil studio jauh lebih kecil dibanding angka pendapatan global yang terlihat di permukaan.
Tertinggal dari Pendahulunya
Meskipun sukses secara komersial, capaian Dominion masih berada di bawah dua pendahulunya.
Sebagai perbandingan:
-
Jurassic World (2015): sekitar US$1,67 miliar global.
-
Jurassic World: Fallen Kingdom (2018): sekitar US$1,31 miliar global.
-
Jurassic World: Dominion (2022): sekitar US$1,00 miliar global.
Data tersebut menunjukkan bahwa biaya produksi meningkat drastis, tetapi pertumbuhan pendapatan tidak mengikuti kenaikan tersebut.
Star Wars Kehilangan Mahkota Bersejarah
Bagi penggemar Star Wars, kabar ini menandai berakhirnya satu rekor yang bertahan lebih dari satu dekade.
Star Wars: The Force Awakens selama ini dikenal sebagai film dengan biaya produksi terbesar yang pernah tercatat secara resmi, yakni sekitar US$638,9 juta. Kini posisi tersebut direbut oleh waralaba dinosaurus milik Universal.
Perubahan ini juga memperlihatkan bagaimana pandemi telah mengubah ekonomi perfilman global. Biaya produksi blockbuster modern kini dapat melonjak ke level yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Baca Juga: Review The Mandalorian and Grogu: Kritikus Terbelah, Disebut Seru tapi Mirip Serial TV
Ketika Anggaran Raksasa Tidak Menjamin Kepuasan Penonton
Di balik angka fantastis tersebut, terdapat ironi yang banyak dibahas penggemar film.
Produksi senilai hampir US$659 juta tidak otomatis menghasilkan penerimaan kritikus yang luar biasa. Jurassic World: Dominion menerima respons beragam dari kritikus dan penonton meskipun tetap sukses secara komersial.
Fakta ini kembali mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas cerita, karakter, dan pengalaman emosional yang mampu dirasakan penonton.
Pada akhirnya, Jurassic World: Dominion mungkin akan dikenang bukan hanya karena dinosaurusnya, melainkan karena menjadi simbol era ketika pandemi mengubah cara Hollywood bekerja dan menghasilkan film termahal yang pernah dibuat.*
Editor : Uray Ronald