PONTIANAK POST - Lingkungan pendidikan idealnya menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan diri.
Karena itu, setiap dugaan tindakan pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus kerap memicu perhatian luas, termasuk dari kalangan publik figur.
Sejumlah selebritas turut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kasus dugaan pelecehan yang mencuat. Mereka menegaskan pentingnya menciptakan ruang pendidikan yang aman dan bebas dari perilaku tidak pantas.
Melanie Soebono Ingatkan Pelecehan Tidak Selalu Berbentuk Fisik
Dilansir dari Jawapos, Melanie Soebono menjadi salah satu figur publik yang menyoroti persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pelecehan tidak hanya terjadi dalam bentuk kontak fisik.
Pelecehan juga dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari melalui ucapan, pesan, maupun candaan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Indekos Pontianak, Polisi Lakukan Penyelidikan
’’Kita harus sadar apa pun yang membuat kita tidak nyaman itu sudah masuk pele cehan. Saat ada cowok minta dikirimin foto seksi atau me manggil dengan cara tidak menyenangkan, itu pun sudah pelecehan,’’ tulisnya.
Melanie menilai kesadaran mengenai berbagai bentuk pelecehan perlu terus ditingkatkan agar korban dapat mengenali tindakan yang tidak pantas sejak awal.
Korban Diajak Berani Mencari Bantuan
Selain meningkatkan kesadaran, Melanie juga mengajak korban untuk tidak ragu mencari bantuan melalui jalur yang tersedia.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Anak Kerap Berulang, DPRD Pontianak Minta Penanganan Serius dan Cepat
Menurutnya, layanan pelaporan maupun pendampingan saat ini semakin mudah diakses sehingga dapat dimanfaatkan oleh korban yang membutuhkan dukungan.
Dia menekankan pentingnya keberanian untuk melapor serta mencari pendampingan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan.
Sejumlah Figur Publik Turut Menyuarakan Keprihatinan
Respons serupa juga datang dari Denny Sumargo, Andovi da Lopez, dan Rachel Amanda.
Mereka turut menyuarakan keprihatinan atas kasus yang terjadi dan menegaskan bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika.
Para figur publik tersebut menilai kampus harus mampu menjadi tempat belajar yang bebas dari tindakan yang merendahkan maupun melanggengkan perilaku tidak pantas.
Baca Juga: Pemprov Kalbar: ASN Pelaku Pelecehan Seksual Terancam Dipecat!
Mereka berharap lingkungan pendidikan dapat terus memperkuat budaya saling menghormati sehingga mahasiswa dan seluruh warga kampus merasa aman dalam menjalankan aktivitas akademik. (*)
Editor : Chairunnisya