Film yang dalam bahasa Mandarin berjudul 《给阿嬷的情书》 (Gěi ā mā de qíngshū) atau secara harfiah berarti "Surat Cinta untuk Nenek" mulai diputar di bioskop Singapura, Brunei, Malaysia, Hong Kong, dan Makau sejak 18 Juni, setelah tayang perdana di China daratan pada 30 April 2026.
Baca Juga: Yuen Woo-ping Bangkit di Usia 80 Tahun, Satukan Legenda Kungfu Asia Jet Li dan Wu Jing di Film Baru
Dialek Teochew Membuat Penonton Merasa Dekat dengan Cerita
Bahasa Teochew merupakan salah satu ragam dialek Tionghoa yang berasal dari wilayah Chaoshan, Provinsi Guangdong, China selatan. Dialek tersebut hingga kini masih digunakan oleh komunitas Tionghoa di Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Kamboja, dan Vietnam.
CEO jaringan bioskop Golden Village Singapura, Jiang Wenmei, mengatakan penggunaan dialek Teochew menjadi salah satu alasan kuat film tersebut diterima hangat masyarakat.
"Dialek Teochew yang digunakan tokoh nenek dalam film ini juga sangat mirip dengan bahasa Teochew yang kami gunakan, jadi rasanya sangat mengena. Banyak penonton menangis saat menonton film ini dan tidak sedikit pula anak muda yang datang bersama orang tua atau kakek-nenek mereka," katanya dilansir Antara.
Pendapatan Tinggi di Singapura dan Malaysia
Sambutan publik juga tercermin dari capaian box office film tersebut.
Di Singapura, dalam sepekan setelah dirilis, Dear You meraup pendapatan 7,3 juta dolar Singapura atau sekitar Rp95 miliar. Angka tersebut menjadikannya salah satu film berbahasa Mandarin terlaris di Singapura dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara di Malaysia, film itu diputar di lebih dari 100 bioskop dengan lebih dari 550 jadwal penayangan setiap hari. Pendapatannya mencapai 5,8 juta ringgit atau sekitar Rp22 miliar.
Direktur Eksekutif Mega Films Distribution, Toh Jin Jiang, mengatakan film tersebut berhasil menarik kelompok penonton lintas generasi.
"Bahkan, ada lansia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah masuk bioskop, akhirnya datang untuk menonton film ini, karena film ini berhasil mengangkat kisah-kisah yang dulu sering diceritakan oleh generasi kakek dan nenek kita ke layar lebar," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Love Beyond The Grave? Ini 5 Drama China Seru Dilraba Dilmurat yang Wajib Anda Tonton
Kisah Penantian yang Berakhir Puluhan Tahun Kemudian
Film Dear You berkisah tentang seorang nenek keturunan Teochew bernama Ye Shurou yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya menunggu kabar dari sang suami, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand.
Cucunya, Xiaowei, kemudian berangkat ke Thailand untuk mencari jejak sang kakek.
Di sana, Xiaowei menemukan kenyataan bahwa selama puluhan tahun surat yang diterima neneknya bukan berasal dari Zheng Musheng, melainkan dari seorang perempuan bernama Xie Nanzhi.
Zheng Musheng diketahui telah meninggal dunia pada 1960 setelah mengalami musibah di Thailand. Sebelum meninggal, ia rutin mengirim surat dan uang kepada keluarganya di Tiongkok.
Setelah kepergian Musheng, Nanzhi yang merupakan putri pemilik penginapan tempat Musheng pernah tinggal melanjutkan kebiasaan tersebut sebagai bentuk balas budi karena pernah diselamatkan olehnya.
Melalui usaha Xiaowei, keluarga akhirnya mengetahui kenyataan tentang meninggalnya Musheng. Pertemuan antara Shurou dan Nanzhi kemudian menjadi penutup kisah yang memperlihatkan bagaimana kasih sayang dan pengorbanan dapat melampaui jarak maupun waktu.
Tradisi Qiaopi Menjadi Latar Sejarah Film
Cerita Dear You berakar pada budaya Qiaopi, yaitu tradisi pengiriman surat dan uang dari para perantau China kepada keluarga mereka di kampung halaman sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.
Pengiriman dilakukan melalui jaringan berbasis kepercayaan, bukan melalui layanan pos atau perbankan. Di dalamnya biasanya terdapat surat keluarga, pesan singkat, sekaligus kiriman uang.
Sekitar 170 ribu dokumen Qiaopi masih tersimpan hingga kini. Sebanyak 160 ribu di antaranya berasal dari Guangdong dan lebih dari 100 ribu berasal dari wilayah Teochew.
Pada 2013, arsip Qiaopi masuk dalam Memory of the World Register UNESCO sebagai bagian dari warisan dokumenter dunia.
Jejak Indonesia dalam Sejarah Qiaopi
Dokumen Qiaopi tertua yang ditemukan para kolektor dikirim pada 26 Mei 1859 oleh Wen Xinde, seorang Tionghoa perantauan di Indonesia.
Surat tersebut dikirim dari Batavia menuju Meixian, Provinsi Guangdong. Kini dokumen itu disimpan di Hakka Museum of China di Meizhou, Guangdong.
Sementara itu, Qiaopi terpendek hanya berisi satu huruf Mandarin, yakni "难" yang berarti "sulit". Surat tersebut ditulis oleh Chen Junrui, seorang Tionghoa perantauan di Indonesia, dan kini disimpan di Qiaopi Cultural Relics Museum di Shantou, Guangdong.
Masuk Jajaran Film Terlaris China 2026
Di China, Dear You telah meraih pendapatan lebih dari 1,8 miliar RMB atau sekitar Rp3,6 triliun.
Capaian tersebut menempatkan film ini di peringkat kedua box office China sepanjang 2026.
Sayangnya, meski telah diputar di berbagai negara Asia Tenggara, hingga saat ini belum ada rencana penayangan Dear You di Indonesia.*
Editor : Uray Ronald