PONTIANAK POST - Di balik kekonyolan Minions & Monsters, terdapat gagasan kreatif yang menjadikan film ini berbeda dari kisah Minion sebelumnya.
Mengolah Sejarah Perfilman
Dalam wawancara bersama Variety, Pierre Coffin menjelaskan bahwa gagasan awal film adalah membawa penonton kembali ke masa lalu.
Baca Juga: Nostalgia Film Klasik Jadi Kekuatan Utama Minions & Monsters Terbaru
"Tapi ini bukan film sejarah, melainkan pemaparan ulang. Salah satunya tentang penemuan suara untuk film yang sebenarnya tidak terjadi di tahun latar cerita," papar Coffin.
Menghadirkan Tokoh-Tokoh Legendaris
Film ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada sejumlah tokoh penting perfilman dunia.
George Lucas, Charlie Chaplin, Buster Keaton, hingga Harold Lloyd menjadi inspirasi yang diolah kembali dalam bentuk komedi khas Minion.
Baca Juga: Minions & Monsters, Saat Minion Tak Lagi Sekadar Jadi Bintang, Kini Membuat Film Sendiri
"Ini adalah apresiasi untuk mereka,tapi dengan sedikit perubahan. Hal-hal ikonik yang melibatkan mereka, dalam film terjadi karena ulah Minion," papar Coffin.
Monster Dibuat Lucu, Bukan Menakutkan
Tak hanya Minion, para monster dalam film juga hadir dengan karakter yang berbeda. Alih-alih menyeramkan, mereka justru digambarkan sebagai sosok yang jenaka dan serakah.
Baca Juga: Film Minions & Monsters Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Pilihan Tepat Isi Liburan Sekolah Anak
"Salah satu film yang masih kuingat adalah The Blob. Saat kulihat film itu, aku merasa takut, namun di sini kubuat jenaka dan konyol," jelas Coffin.
Pendekatan tersebut membuat Minions & Monsters tetap menghibur bagi anak-anak sekaligus menghadirkan banyak referensi yang dapat dinikmati penonton dewasa, terutama pecinta film. (*)
Editor : Chairunnisya