PONTIANAK POST - Salah satu daya tarik terbesar The Devil Wears Prada 2 adalah kembalinya Andy Sachs dan Miranda Priestly.
Meski hubungan keduanya masih dipenuhi dinamika, masing-masing tampil dengan karakter yang telah berkembang.
Andy Lebih Dewasa
Setelah dua dekade berkarier sebagai jurnalis, Andy kembali ke Runway untuk membantu menyelamatkan majalah tersebut.
Baca Juga: The Devil Wears Prada 2 Angkat Krisis Media Cetak di Era Digital
Dilansir dari Jawapos, berbeda dengan sosoknya pada film pertama, Andy kini lebih percaya diri dan tidak lagi berusaha menyenangkan atasannya.
"Dua puluh tahun lalu (di The Devil Wears Prada, 2006, Red), dia ingin menyenangkan atasannya dan khawatir apakah yang dia kerjakan benar. Kini, Andy hanya ingin menjadi dirinya sendiri, dan aku sangat terhubung dengan itu," kata Hathaway dalam wawancara bersama People.
Miranda Mulai Menunjukkan Sisi Rapuh
Baca Juga: Quentin Tarantino Sebut Hollywood Kini "Hambar", Pilih Membaca Buku daripada Menonton Film Baru
Miranda tetap tampil perfeksionis dan berlidah tajam. Namun, kali ini ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa majalah yang dipimpinnya kehilangan pengaruh.
Jika dulu Miranda tampak sangat berkuasa, kini ia harus berhadapan dengan tekanan dari jajaran komisaris serta kondisi industri media yang terus berubah.
"Satu hal yang membuat kami setuju untuk sekuel adalah film harus relevan dengan kondisi sekarang. Segalanya harus tepat, bahkan di film yang terlihat menyenangkan," kata Streep kepada BBC.
Baca Juga: Miley Cyrus Raih Bintang Hollywood Walk of Fame, Anya Taylor-Joy Beri Pidato Haru
Perubahan tersebut membuat Miranda tampil lebih manusiawi dibanding film pertamanya. (*)
Editor : Chairunnisya