Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

The Devil Wears Prada 2 Hadir Sebagai Surat Cinta untuk Dunia Jurnalisme

Chairunnisya • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:42 WIB
Adegan The Devil Wears Prada 2 (20TH CENTURY STUDIOS/DOK JAWAPOS)
Adegan The Devil Wears Prada 2 (20TH CENTURY STUDIOS/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Meski berlatar industri mode, The Devil Wears Prada 2 sesungguhnya lebih banyak berbicara mengenai dunia media dan jurnalisme dibanding soal pakaian atau tren fashion.

Digitalisasi Mengubah Wajah Industri Media

Dilansir dari Jawapos, film ini menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi media arus utama.

Berita tidak lagi hanya dinilai berdasarkan kualitas, tetapi juga jumlah pembaca dan daya tariknya. Produksi kreatif, fotografi, hingga seni ikut menghadapi tekanan akibat perkembangan teknologi.

Baca Juga: Sekuel The Devil Wears Prada Tampilkan Sisi Baru Andy dan Miranda

Selain itu, efisiensi besar-besaran membuat anggaran liputan dipangkas, rubrik mulai dihapus, dan identitas media perlahan terkikis oleh persoalan internal.

Di tengah konflik tersebut, kisah asmara maupun dunia fashion justru hanya menjadi pelengkap.

Harapan untuk Masa Depan Jurnalisme

Melalui perjuangan Andy dan Miranda mempertahankan Runway, film ini menyampaikan optimisme bahwa jurnalisme tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Baca Juga: The Devil Wears Prada 2 Angkat Krisis Media Cetak di Era Digital

Keduanya berusaha meyakinkan pembaca, narasumber, dan pengiklan bahwa media berkualitas masih dibutuhkan.

Pada akhirnya, The Devil Wears Prada 2 tidak hanya menawarkan nostalgia melalui kembalinya karakter-karakter lama, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai tantangan industri media sekaligus harapan bahwa jurnalisme akan terus bertahan selama masih ada orang yang menjaganya. (*) 

Editor : Chairunnisya
The Devil Wears Prada 2 film media cetak jurnalisme hollywood