PONTIANAK POST - Serial fantasi tak hanya mengandalkan cerita yang kuat, tetapi juga dunia yang mampu meyakinkan penonton.
Hal itulah yang menjadi salah satu kekuatan The East Palace, serial original Netflix yang menghadirkan konsep dua dunia dalam satu ruang.
Alam Gwi Dibuat Berbeda
Dalam cerita, terdapat Alam Gwi, sebuah dimensi yang hanya dapat diakses Gu-Cheon.
Baca Juga: The East Palace Suguhkan Misteri Kutukan Istana yang Mengancam Pewaris Takhta
Di tempat inilah berbagai roh berada, mulai dari won-gwi, yakni arwah orang yang meninggal dengan dendam, hingga gwi-mae, manifestasi fisik energi negatif yang terkonsentrasi.
Sutradara Choi Jung-kyu menjelaskan bahwa dunia manusia dan Alam Gwi sengaja dibuat memiliki karakter visual yang berbeda.
"Untuk menciptakan kontras yang jelas antara kedua dunia, kami membedakan warna dan latar belakang. Kami juga ingin menciptakan perbedaan dalam cara kerja gravitasi di kedua dunia," beber sutradara Choi Jung-kyu dalam press conference The East Palace, dikutip dari Jawapos
Baca Juga: Serial Gold Land Tawarkan Thriller Kriminal dengan Dilema Moral yang Kuat.
Nam Joo-hyuk Bangun Chemistry dengan Makhluk Tak Terlihat
Sebagai pemeran Gu-Cheon, Nam Joo-hyuk mengaku tantangan terbesarnya adalah membangun interaksi dengan makhluk yang tidak benar-benar hadir saat proses syuting.
"Saya terus berusaha membayangkan roh-roh tak terlihat dan Alam Gwi, memikirkan bagaimana menerjemahkan dunia ini secara jelas di layar sehingga tidak terasa terlalu mengganggu bagi penonton," sambungnya.
Baca Juga: Park Bo-young Hadapi Tantangan Baru Melalui Karakter Hee-ju dalam Serial Gold Land
Tak Hanya Horor, tetapi Juga Misteri
Selain menghadirkan dunia roh yang unik, The East Palace memadukan horor, fantasi, aksi, misteri, dan konflik kerajaan dalam satu cerita.
Teror dari berbagai arwah menjadi pintu masuk untuk mengungkap rahasia besar yang selama puluhan tahun tersembunyi di balik Istana Timur.
Perjalanan Gu-Cheon bersama Saeng-Gang tidak hanya menghadapi makhluk gaib, tetapi juga menguak misteri yang menentukan masa depan keluarga kerajaan. (*)
Editor : Chairunnisya