Film Evil Dead Burn Buktikan Efek Practical Masih Efektif Membuat Horor Mencekam

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:39 WIB
Cuplikan adegan dalam Film Evil Dead Burn (SONY PICTURES/DOK JAWAPOS)
Cuplikan adegan dalam Film Evil Dead Burn (SONY PICTURES/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Dalam film horor, cara menghadirkan rasa takut menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pengalaman penonton.

Selain cerita yang kuat, penggunaan efek visual juga dapat membuat adegan terasa lebih nyata. Hal itu menjadi salah satu pendekatan yang digunakan sutradara Sebastien Vanicek dalam film terbaru franchise Evil Dead, Evil Dead Burn.

Dikutip dari Jawapos, film ini tidak hanya mengandalkan teror supranatural, tetapi juga menghadirkan adegan kekerasan dengan pendekatan efek practical yang membuat serangan Deadite terasa lebih dekat dan mengerikan.

Baca Juga: Film Evil Dead Burn Hadirkan Teror Deadite Lewat Drama Keluarga dan Trauma

Memilih Efek Nyata Dibanding Dominasi CGI

Salah satu ciri khas Evil Dead Burn adalah penggunaan efek practical dalam banyak adegan horor.

Pendekatan tersebut membuat berbagai adegan serangan terasa lebih nyata karena banyak elemen dibuat secara langsung di lokasi syuting dibandingkan sepenuhnya melalui teknologi komputer.

Vanicek menjelaskan bahwa penggunaan CGI tetap dilakukan, tetapi hanya untuk kebutuhan tertentu.

Baca Juga: Fiki Naki Cerita Perjuangan Debut Akting Lewat Film Horor Paket Santet

”Kami hanya menggunakan CGI untuk hal yang perlu saja. Misalnya membuat lubang di wajah karakter,” ujar Vanicek.

Pilihan tersebut menunjukkan upaya tim produksi mempertahankan sensasi horor fisik yang menjadi salah satu karakter kuat dalam franchise Evil Dead.

Benda Sehari-hari Menjadi Senjata Mematikan

Dalam Evil Dead Burn, ancaman tidak hanya datang dari sosok Deadite. Lingkungan sekitar karakter juga menjadi sumber ketegangan karena berbagai benda dapat berubah menjadi alat yang membahayakan.

Baca Juga: Film Horor Tak Melulu Hantu, Monster Pabrik Rambut Angkat Teror Eksploitasi Pekerja

Sandaran kepala kursi mobil, pisau cukur, gagang lilin, hingga mesin pelubang aspal menjadi bagian dari rangkaian adegan brutal yang memperkuat suasana horor.

Pendekatan tersebut membuat penonton terus merasa waspada karena benda-benda yang terlihat biasa dapat berubah menjadi sumber ancaman.

Menghidupkan Teror Deadite dengan Cara Berbeda

Setelah membangun konflik keluarga pada bagian awal cerita, Vanicek kemudian memasukkan elemen khas franchise Evil Dead, yaitu kemunculan Deadite. 

Baca Juga: Cerita Mistis Nirina Zubir, Sosok Misterius Muncul di Foto Syuting Film Horor

Roh jahat yang merasuki manusia kembali menjadi pusat teror dalam film ini.

Namun, Evil Dead Burn menghadirkan serangan Deadite dengan pendekatan yang lebih intens melalui kombinasi efek nyata, gerakan kamera dinamis, dan adegan penuh darah.

Perpaduan tersebut membuat pengalaman horor terasa lebih imersif karena penonton tidak hanya melihat ancaman, tetapi juga merasakan atmosfer kekacauan yang terjadi dalam cerita.

Baca Juga: Film Dasim: Horor Misteri Religi Karya Ginanti Rona, Angkat Sosok Jin Perusak Rumah Tangga

Visual Dinamis Perkuat Ketegangan

Selain efek practical, gaya pengambilan gambar juga menjadi bagian penting dalam membangun ketegangan. Adegan-adegan pertarungan Alice menghadapi Deadite menggunakan angle kamera yang dinamis dan banyak gerakan.

Pendekatan visual tersebut memberikan energi besar pada film, meski bagi sebagian penonton gerakan kamera yang intens mungkin terasa cukup memusingkan.

Namun, gaya tersebut menjadi bagian dari upaya Vanicek menghadirkan pengalaman horor yang lebih agresif dan berbeda.

Mempertahankan Identitas Franchise Evil Dead

Melalui Evil Dead Burn, Sebastien Vanicek tetap mempertahankan elemen yang menjadi ciri khas franchise, yaitu teror berdarah dan ancaman Deadite.

Baca Juga: Film Horor Tak Melulu Hantu, Monster Pabrik Rambut Angkat Teror Eksploitasi Pekerja

Namun, film ini mencoba memberikan pengalaman baru melalui penggunaan efek practical, pendekatan visual modern, serta perpaduan antara horor fisik dan konflik emosional.

Hasilnya adalah sebuah film horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga membangun ketegangan melalui atmosfer, teknik produksi, dan cara menghadirkan kengerian di layar. (*) 

Editor : Chairunnisya
Evil Dead Burn Deadite Sebastien Vanicek efek practical film horor