Kisah Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami Diangkat Menjadi Film Baby Udon

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Fanny Kondoh (GOOD WORK/DOK JAWAPOS)
Fanny Kondoh (GOOD WORK/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Cerita tentang cinta, kehilangan, dan kenangan bersama mendiang Hajime Kondoh yang sebelumnya disampaikan Fanny Kondoh melalui siniar Denny Sumargo kini diangkat ke layar lebar.

Film berjudul Baby Udon tersebut diproduseri Denny melalui Sumargo Film dan turut dibintanginya sebagai Hajime.

Bagi Fanny, keputusan membawa kisah hidupnya ke layar lebar bukan sekadar soal mengabadikan sebuah cerita. Ada harapan agar sosok suaminya tetap dikenang meski telah tiada.

Baca Juga: Dari Deep Blue Sea ke Deep Water, Renny Harlin Kembali Menggarap Film Hiu

Berharap Hajime Tetap Dikenang

Fanny mengaku selalu berdoa agar kisah dan sosok mendiang suaminya tidak hilang begitu saja.

Keinginannya untuk mengabadikan Hajime semakin kuat setelah ceritanya mendapat sambutan hangat ketika dibagikan dalam podcast Denny Sumargo.

’’Saya selalu berdoa, agar suami saya tidak hanya jadi abu tapi juga dikenang. Setelah saya cerita di podcast ko Denny, ternyata ceritanya disambut hangat. Apalagi pas itu ko Denny sampai nangis. Padahal, kata mas Fajar (Bustomi, sutradara Baby Udon, Red), dia itu sulit nangis,’’ ungkapnya, dikutip dari Jawapos. 

Baca Juga: Spider-Man Brand New Day Padukan Drama, Humor, dan Aksi Spektakuler dalam Satu Film

Sebelum bekerja sama dengan Denny, Fanny sempat mendapat tawaran dari rumah produksi lain untuk mengadaptasi kisah hidupnya. Namun, tawaran tersebut dinilainya belum sesuai dengan harapannya.

’’Betul. Tapi mereka hanya menawarkan agar cerita saya sekadar dibikin ala cerita viral yang cuma sekali diingat. Saya ingat, saya berdoa agar dipertemukan dengan rumah produksi yang tepat. Alhamdulillah, dapat sama ko Denny," jelasnya.

Awalnya Tak Setuju Denny Perankan Hajime

Dalam Baby Udon, Denny Sumargo tidak hanya bertindak sebagai produser. Mantan atlet basket tersebut juga memerankan Hajime Kondoh, mendiang suami Fanny.

Baca Juga: Lee Min Ho Jadi Reporter Muda Pemburu Kebenaran dalam Film Assassin(s)

Fanny mengaku awalnya sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Dia bahkan tidak langsung menyetujui Denny memerankan sosok Hajime.

’’Saya awalnya mikir, dari segi mana cocoknya. Awalnya saya nggak setuju, lho. Tapi, mas Fajar bilang bahwa yang jadi Hajime harus Denny karena dia menjiwai.’’

Namun, pandangan Fanny berubah setelah melihat Denny menjalani proses akting. Menurutnya, Denny mampu menghadirkan sosok Hajime dalam perannya.

’’Setelah saya lihat dia akting, saya bisa melihat jiwa suami saya di ko Denny. Sekarang malah saya takut jatuh cinta sama dia, lho, haha.," ujarnya, tertawa.

Baca Juga: Film Evil Dead Burn Buktikan Efek Practical Masih Efektif Membuat Horor Mencekam

Fanny Ikut Memberi Masukan untuk Skenario

Cerita kehidupan Fanny dan Hajime dalam film tersebut ditulis oleh Oka Aurora. Fanny mengapresiasi hasil penulisan cerita karena menurutnya penggarapan karakter dan plot mampu menangkap kisah mereka.

’’Yang saya apresiasi, tanpa saya banyak bercerita, ternyata ceritanya oke. Denny sebagai produser juga sudah bisa menebak karakter serta plot. Saya sampai mikir, kok bisa, ya, bikin kayak gini," katanya.

Fanny juga dilibatkan dalam proses pengembangan cerita. Dia memberikan masukan ketika tim produksi membutuhkan informasi mengenai kisah yang akan diangkat.

Baca Juga: Ryan Reynolds Konfirmasi Film Deadpool Baru Sedang Dikembangkan Marvel Studios

’’Ya mereka juga nanya ke saya soal ceritanya. Terus ko Denny yang menyempurnakan. Dia sampai nggak tidur, buat memastikan agar ceritanya sempurna.’’

Caitlin Halderman Perankan Fanny

Sementara itu, karakter Fanny akan diperankan oleh Caitlin Halderman. Fanny menilai Caitlin mampu menjalankan perannya dengan baik.

’’Caitlin aktingnya bagus banget. Effortless. Kami nggak berinteraksi se-deep itu, tapi dia mainnya bagus,’’ tuturnya.

Baca Juga: Joko Anwar dan Hanung Bramantyo Rayakan Enam Film Indonesia di BIFAN

Bagi Fanny, proses penggarapan Baby Udon juga menghadirkan kembali kenangan emosional tentang mendiang suaminya.

Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika dirinya menjalani proses dubbing.

’’Pas saya lagi dubbing, saya teringat mendiang suami saya yang meninggal. Di situ saya nangis banget sampai dipeluk sama ko Denny," katanya.

Kisah tersebut membuat Baby Udon tidak hanya menjadi proses memindahkan cerita Fanny dan Hajime ke layar lebar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Fanny menjaga kenangan terhadap sosok suaminya. (*) 

Editor : Chairunnisya
Baby Udon Fanny Kondoh Hajime Kondoh Caitlin Halderman denny sumargo