PONTIANAK POST — Peterpan menghidupkan nostalgia penonton pada malam pertama konser Rock In The City (RiTC) 2026 di Waterfront Esplanade, Kuching, Sabtu (29/8) malam.
Grup asal Indonesia itu membawakan sejumlah lagu populer yang mengundang penonton bernyanyi bersama. Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama festival yang menghadirkan musisi dari Sarawak, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.
Peterpan Bawakan Lagu-Lagu Populer
Penampilan Peterpan membawa penonton kembali pada lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan satu generasi.
Sejumlah lagu yang mengundang nyanyian bersama antara lain Bintang di Surga, Mungkin Nanti, Menunggumu, dan Ada Apa Denganmu.
Penonton memenuhi area depan panggung sepanjang pertunjukan. Mereka bernyanyi bersama sekaligus mengabadikan penampilan para artis melalui telepon seluler.
Baca Juga: BNI Tawarkan Akses Eksklusif Konser Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia
Zah Amirul Tampil Khusus
Suasana semakin istimewa ketika penyanyi lokal Zah Amirul tampil sebagai bintang tamu di panggung RiTC.
Zah membawakan Mimpi Yang Sempurna secara solo sebelum Arda kembali ke panggung untuk melanjutkan penampilan Peterpan.
Penampilan tersebut mendapat sambutan penonton dan menjadi salah satu momen menarik pada malam pertama festival.
Baca Juga: Maroon 5 Umumkan Konser Jakarta 2027, Adam Levine Cs Siap Guncang JIS pada 5 Februari
Musisi dari Empat Wilayah Tampil
Malam pertama RiTC 2026 juga menghadirkan grup rock lokal dan regional.
Pertunjukan dibuka oleh grup rock lokal Post Mortem Education. Setelah itu, giliran Secret Signal dari Brunei tampil dengan aksi yang energik.
Penampilan Secret Signal menghangatkan suasana sebelum Peterpan tampil sebagai grup utama dari Indonesia.
Lagu Populer Satukan Penonton Berbagai Generasi
Penampilan Peterpan menunjukkan lagu-lagu yang populer sejak beberapa dekade lalu masih mendapat sambutan dari penonton.
Nyanyian bersama dan sorakan penonton menjadi bagian dari suasana konser sepanjang penampilan grup tersebut.
Malam pertama RiTC 2026 berlangsung dengan nuansa energi dan nostalgia. Penampilan Peterpan serta aksi khusus Zah Amirul menjadi salah satu sorotan utama festival tersebut.*
Editor : Uray RonaldSumber : Utusan Sarawak