PONTIANAK POST - Kisah pencopetan dalam Operasi Pesta Copet tidak hanya dibangun melalui konflik antarkarakter.
Debut Edy Khemod sebagai sutradara film cerita panjang juga memanfaatkan visual Jakarta untuk memperkuat cerita.
Film tersebut menampilkan kontras antara pemukiman pinggiran kota yang kumuh dan padat dengan gedung-gedung tinggi yang menjadi wajah metropolitan Jakarta.
Baca Juga: Film The End of Oak Street Hadirkan Teror Dinosaurus Tanpa Teknologi Modern
Kontras Jakarta dalam Cerita
Gambaran tersebut menjadi salah satu elemen visual yang menarik dalam film. Jakarta tidak hanya menjadi lokasi berlangsungnya cerita, tetapi juga ditampilkan melalui dua sisi yang berbeda.
Di satu sisi terdapat pemukiman padat dan kumuh. Di sisi lain, berdiri gedung-gedung tinggi yang merepresentasikan kawasan metropolitan.
Baca Juga: Debut Sutradara Edy Khemod Menggabungkan Musik dan Cerita Komedi Heist
Kontras tersebut berkaitan dengan kehidupan Ijal, tokoh utama yang baru saja kehilangan pekerjaan dan harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup serta membayar utang keluarganya.
Ketika pekerjaan sebagai badut sulap bersama Adut tidak cukup menghasilkan uang, Ijal memilih menjadi pencopet. Bersama sejumlah rekannya, dia kemudian merancang aksi di festival musik.
Visual Memperkuat Motivasi Karakter
Penggambaran Jakarta tersebut sekaligus menjadi simbol kesenjangan kelas dalam cerita.
Visual permukiman dan gedung metropolitan memperkuat latar kehidupan para tokoh serta motivasi mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Baca Juga: Operasi Pesta Copet Hadirkan Kisah Pencopet yang Membidik Festival Musik
Sebagai sutradara yang sebelumnya dikenal sebagai drummer Seringai dan berpengalaman dalam dunia pertunjukan musik, Edy tidak hanya memperhatikan unsur cerita.
Dia juga menunjukkan perhatian terhadap bagaimana ruang dan lingkungan digunakan untuk mendukung penceritaan.
Dengan demikian, Operasi Pesta Copet memadukan cerita tentang pencopetan dengan gambaran Jakarta yang kontras.
Visual tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mendukung perjalanan karakter dalam film. (*)
Editor : Chairunnisya