Album Debut Whisnu Santika Hadirkan Cerita Personal Lewat Musik Elektronik

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:43 WIB
Whisnu bersama Fanny Soegi dan Nuca saat tampil di Surabaya, awal Agustus. Dalam album Map of Feelings, dia juga mengajak Ari Lesmana,
Enau, Judika, Ifan, Rossa, Maul Ibrahim, dan Tiara. (INSTAGRAM WHISNU SANTIKA/DOK JAWAPOS)
Whisnu bersama Fanny Soegi dan Nuca saat tampil di Surabaya, awal Agustus. Dalam album Map of Feelings, dia juga mengajak Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan, Rossa, Maul Ibrahim, dan Tiara. (INSTAGRAM WHISNU SANTIKA/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Musik elektronik selama ini kerap lekat dengan pesta, ritme, dan energi lantai dansa.

Namun, Whisnu Santika memilih menghadirkan sisi berbeda melalui album debutnya, Map of Feelings.

Produser sekaligus disc jockey (DJ) tersebut menjadikan album ini sebagai ruang untuk menyampaikan cerita, pengalaman, dan emosi yang lebih personal.

Baca Juga: Debut Sutradara Edy Khemod Menggabungkan Musik dan Cerita Komedi Heist

Jika sebelumnya musik Whisnu banyak mengandalkan ritme, groove, dan beat, kali ini lirik mendapat porsi penting sebagai medium bercerita.

Peluncuran Map of Feelings disampaikan langsung Whisnu dalam konferensi pers bersama para kolaborator pada Rabu (26/8).

“Sejak 2012 aku sudah nge-DJ. Sampai akhirnya ada momen untuk menciptakan sesuatu yang baru. Aku tidak berpindah genre, tetapi hanya ingin menunjukkan sisi lain dari seorang Whisnu Santika,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: BIGBANG Comeback dengan Single BiiiG, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Musik

Musik Elektronik dengan Cerita Personal

Melalui Map of Feelings, Whisnu tidak meninggalkan akar musik elektronik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Album tersebut justru menjadi ruang untuk mengeksplorasi sisi lain dirinya melalui lirik dan cerita. Musik tidak hanya ditempatkan sebagai rangkaian beat dan groove, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan perasaan.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui kolaborasi dengan sejumlah penyanyi yang memiliki karakter vokal berbeda.

Baca Juga: Bawa Warna Metalcore Modern, Meet On Friday Pontianak Siap Dobrak Skena Musik Nasional

Gandeng Musisi dengan Karakter Beragam

Whisnu menggandeng Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen, Nuca, Rossa, Maul Ibrahim (Perunggu), dan Fanny Soegi untuk mengisi album tersebut.

Kehadiran para kolaborator menjadi bagian penting dalam menerjemahkan cerita yang dibangun Whisnu melalui Map of Feelings.

“Para kolaborator memiliki karakter dan warna vokal yang sangat kuat. Karena lagu-lagu di album ini dominan bercerita tentang perasaan, aku membutuhkan mereka untuk menyalurkan rasa dan ’nyawa’ dari setiap lagu,” tuturnya.

Karakter vokal yang berbeda dari masing-masing kolaborator memberikan ruang bagi Whisnu untuk menyampaikan beragam warna perasaan dalam album debutnya.

Baca Juga: Katy Perry Kecewa Firework Dijadikan Musik Latar Video Serangan terhadap Iran

Tidak Membatasi Dance Music

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari konsep Whisnu untuk tidak membatasi dance music berdasarkan genre tertentu.

Melalui Map of Feelings, dia mencoba memperlihatkan bahwa musik elektronik dapat menjadi medium untuk membawa cerita dan emosi, bukan hanya musik yang identik dengan suasana pesta dan lantai dansa.

Baca Juga: Museum Musik Indonesia Segera Dibangun di Bandung, Fadli Zon: Warisan Musisi dan Perjalanan Musik Nasional Akan Diabadikan

Sebagai pelengkap album, Whisnu juga menyiapkan bonus track bersama Tiara Andini.

Lagu tersebut dijadwalkan dirilis pada 11 September mendatang dan menjadi bagian dari rangkaian cerita Map of Feelings. (*)

Editor : Chairunnisya
Whisnu Santika Map of Feelings musik elektronik tiara andini album debut