PONTIANAK POST - Musik elektronik selama ini kerap lekat dengan pesta, ritme, dan energi lantai dansa.
Namun, Whisnu Santika memilih menghadirkan sisi berbeda melalui album debutnya, Map of Feelings.
Produser sekaligus disc jockey (DJ) tersebut menjadikan album ini sebagai ruang untuk menyampaikan cerita, pengalaman, dan emosi yang lebih personal.
Baca Juga: Debut Sutradara Edy Khemod Menggabungkan Musik dan Cerita Komedi Heist
Jika sebelumnya musik Whisnu banyak mengandalkan ritme, groove, dan beat, kali ini lirik mendapat porsi penting sebagai medium bercerita.
Peluncuran Map of Feelings disampaikan langsung Whisnu dalam konferensi pers bersama para kolaborator pada Rabu (26/8).
“Sejak 2012 aku sudah nge-DJ. Sampai akhirnya ada momen untuk menciptakan sesuatu yang baru. Aku tidak berpindah genre, tetapi hanya ingin menunjukkan sisi lain dari seorang Whisnu Santika,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: BIGBANG Comeback dengan Single BiiiG, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Musik
Musik Elektronik dengan Cerita Personal
Melalui Map of Feelings, Whisnu tidak meninggalkan akar musik elektronik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Album tersebut justru menjadi ruang untuk mengeksplorasi sisi lain dirinya melalui lirik dan cerita. Musik tidak hanya ditempatkan sebagai rangkaian beat dan groove, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan perasaan.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui kolaborasi dengan sejumlah penyanyi yang memiliki karakter vokal berbeda.
Baca Juga: Bawa Warna Metalcore Modern, Meet On Friday Pontianak Siap Dobrak Skena Musik Nasional
Gandeng Musisi dengan Karakter Beragam
Whisnu menggandeng Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen, Nuca, Rossa, Maul Ibrahim (Perunggu), dan Fanny Soegi untuk mengisi album tersebut.
Kehadiran para kolaborator menjadi bagian penting dalam menerjemahkan cerita yang dibangun Whisnu melalui Map of Feelings.
“Para kolaborator memiliki karakter dan warna vokal yang sangat kuat. Karena lagu-lagu di album ini dominan bercerita tentang perasaan, aku membutuhkan mereka untuk menyalurkan rasa dan ’nyawa’ dari setiap lagu,” tuturnya.
Karakter vokal yang berbeda dari masing-masing kolaborator memberikan ruang bagi Whisnu untuk menyampaikan beragam warna perasaan dalam album debutnya.
Baca Juga: Katy Perry Kecewa Firework Dijadikan Musik Latar Video Serangan terhadap Iran
Tidak Membatasi Dance Music
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari konsep Whisnu untuk tidak membatasi dance music berdasarkan genre tertentu.
Melalui Map of Feelings, dia mencoba memperlihatkan bahwa musik elektronik dapat menjadi medium untuk membawa cerita dan emosi, bukan hanya musik yang identik dengan suasana pesta dan lantai dansa.
Sebagai pelengkap album, Whisnu juga menyiapkan bonus track bersama Tiara Andini.
Lagu tersebut dijadwalkan dirilis pada 11 September mendatang dan menjadi bagian dari rangkaian cerita Map of Feelings. (*)
Editor : Chairunnisya