Semua itu tak menjadikan keduanya merasa jumawa, sebaliknya, mereka menjadi semakin rendah hati.
Perjalanan akun Hobby Makan berawal dari niat mereka yang ingin mengenalkan jajanan pinggir jalan melalui media sosial. Evan dan Tiwi rajin mengulik dan meminta referensi beberapa teman tentang keberadaan jajanan unik pinggir jalan.
Mereka berniat mengubah pemikiran orang tentang jajanan pinggir jalan yang identik dengan tidak bersih, jorok, atau lainnya. Kenyataan yang mereka temukan, banyak jajanan pinggir jalan yang bersih, enak dan tak kalah nikmat saat menikmatinya di pinggir jalan.
Dalam perjalanannya, mereka menemukan para pedagang kecil dan jajanan pinggir jalan tidak tau bagaimana caranya memasarkan makanan mereka. Sampai akhirnya mereka berdua berniat untuk membantu para pedagang kecil ini untuk mendapat kesempatan untuk memperkenalkan dagangannya secara luas. Evan dan Tiwi pun mempromosikan produk mereka lewat akun youtube Hobby Makan.
Cara yang mereka tempuh mendapat sambutan luar biasa. Sudah lebih 600 video yang telah mereka upload. Kini mereka mempunyai 2,6 juta penonton setia.
Sebagai timbal balik untuk penontonnya, Evan dan Tiwi kerap 'mentraktir' mereka. Caranya, Evan dan Tiwi memborong dagangan pedagang kecil, mengumumkannya di media sosial, kemudian para penonton mereka datang beramai-ramai menyerbu pedagang tersebut.
"Semuanya mendapat manfaat, para pedagang ludes dagangannya, para penonton dapat mencicipi gratis, dan kami mendapat lebih banyak penonton lagi," kata Evan dan Tiwi sambil tersenyum.
Setelah pencapaian mereka atas jutaan subscriber, kini keduanya semakin rajin berbagi. Caranya dengan bersedekah dari hasil pendapatan mereka di youtube. Konten yang mereka buat pun semakin kreatif dari hari ke hari.
Kini, Hobby Makan identik dengan akun yang menginspirasi orang untuk berbagi. Hobby Makan tak lagi menjadi milik Evan dan Tiwi, Hobby Makan menjadi milik semua orang, tak hanya di Pontianak, Indonesia, bahkan negara tetangga pun kini memiliki mereka sebagai perpanjangan tangan para dermawan. (ndo) Editor : Shando Safela