Ikan Asin Kak Ros menjadi salah satu pelaku usaha rumahan terbesar di Dusun Merpati, Desa Sungai Kakap. Memiliki 12 karyawan yang semuanya perempuan, Roslah, sang pemilik turut menyokong ekonomi warga sekitar dengan memberdayakan perempuan.
Syahriani Siregar, Kubu Raya
Berjarak 14 km dari pusat kota Pontianak, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya daoat ditempuh selama 30 menit dengan sepeda motor. Pagi itu, penulis menyusuri desa para nelayan, Desa Sungai Kakap.
Sebanyak 75 persen warga menggantungkan hidup sebagai nelayan. Sepanjang perjalanan, di tepi sungai, kapal-kapal nelayan bersandar rapi, kebanyakan dari kapal itu baru saja pulang dari melaut. Memasuki kawasan perumahan, ikan, udang, cumi dijemur di bawah sinar matahari pagi, menjadi pemandangan biasa di rumah0rumah warga.
Sampailah penulis di Dusun Merpati, di tempat usaha Ikan Asin Kak Ros. Tampak remaja putri hingga ibu-ibu sibuk membelah ikan, ada juga yang membolak-balik ikan yang sedang dijemur. Ikan bilis segar baru saja diantar nelayan subuh sebelumnya.
“Ikannya baru datang tadi subuh Kak, jadi hari ini ibu-ibu lembur membelah ikan,” ujar seseorang dari dalam. Dia adalah Roslah (40).
Roslah adalah pemilik dari UMKM Ikan Asin Kak Ros, UMKM binaan BRI ini jadi salah satu yang terbesar di Sungai Kakap. Hampir semua warga mengenalnya.
Ikan Asin Kak Ros memproduksi 50kg setiap harinya, dengan karyawan 12 orang yang semuanya perempuan, Roslah turut memberdayakan perempuan di Dusun Merpati Sungai Kakap. Sebagian besar adalah janda yang butuh menyokong perekonomian keluarga.
Rosalh menjadi tumpuan perempuan-perempuan Dusun Merpati. Bahkan jika ikan tidak datang dalam waktu seminggu, ibu-ibu yang bekerja padanya akan kasbon terlebih dahulu.
“Jadi mereka akan pinjam uang dulu untuk kebutuhan sehari-hari, uangnya baru diganti saat ikan datang dan diambil dari honor mereka,” ungkap Roslah.
Jasimah (62), salah satu karyawan yan berusia lanjut. Meski sudah usia tua, ia terlihar gesit membelah ikan. Jasimah mulai bekerja bersama Roslah sejak dari awal Ikan Asin Kak Ros berdiri. Roslah merupakan tetangga sebelah rumah Roslah.
“Dari suami saya masih hidup saya sudah kerja dengan Ros. Awalnya diajak sampai sekarang saya masih betah bekerja di sini,” ujar Jasimah sembari membelah ikan bilis yang masih ada dua baskom di depannya.
Sinta (35), yang merupakan anak Jasimah juga sudah lama bekerja dengan Roslah. Dari ian masih duduk di bangku SMP hingga sekarang sudah janda beranak satu.
“Betah lah karena lebaran ada THR, kalau lagi kerja ditanggung makan tiga kali, pagi, siang dan malam. Lingkungan di sini enak kerjanya, sesama tetangga,” ujar Sinta yang kan membelah ikan 20kg saat itu.
Pemasaran Ikan Asin Kak Ros dilakukan secara offline dan online. Merupakan UMKM unggulan binaan BRI, Ikan Asin Kak Ros sering mengikuti pameran-pameran yang ada di Kalimantan Barat. Penjualan online dilakukannya di beberapa platform digital seperti Shopee dan Padi UMKM.
UMKM Unggulan Binaan BRI
Ikan Asin Kak Ros merupakan UMKM unggulan binaan BRI Pkubu Raya. Diakui Roslah sokongan BRI terhadap usahanya begitu terasa.
Dukungan yang diberikan berupa program pelatihan seperti digital marketing, promosi, pameran, hibah hingga kemudahan akses pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat ringan.
Manajer Bisnis Mikro BRI, Khalid Danu Purnomo mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan pembinaan terhadap UMKM yang menjadi nasabah BRI agar dapat terus mengembangkan usahanya.
"Dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM yang menjadi nasabah, kami melakukan holding dengan PT Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menyalurkan bantuan untuk pelaku UMKM di Pontianak dan Kubu Raya,” ujarnya.**
Editor : Misbahul Munir S