Tanggal 14 Februari, dikenal dengan hari kasih sayang alias valentine day. Hampir seluruh masyarakat dari berbagai belahan dunia, terutama Benua Eropa, Amerika, dan sebagian Asia merayakan hari sakral tersebut. Beragam cara, mereka perlihatkan demi menunjukkan rasa kasih sayang kepada orang-orang tersayang. Seperti apa valentine days tersebut dirayakan para sejoli di Kalimantan Barat ?
DENY HAMDANI, PONTIANAK.
TUJUH tahun lalu, Ardi dan Yuni adalah sepasang kekasih. Di taman Kota Pontianak, keduanya sedang asik menikmati alunan irama serak-serak basah suara dari seorang pengamen jalanan, yang membawakan lirik lagu bertemakan cinta.
Keduanya juga, baru enam bulan berpacaran dan memutuskan lebih serius ke jenjang pelaminan. Kebetulan juga, malam itu bertepatan dengan hari valentine days, yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.
Tidak ada yang istimewa di hari kasih sayang, yang dirayakan Ardi dan Yuni beberapa tahun silam. Hanya sekotak coklat, seikat bunga mawar, dan kuliner kaki lima, hasil merogoh uang tabungan Ardi kuliah.
Hari itu, sengaja pria asal daerah ini mempersembahkannya bertepatan dengan hari istimewa, yakni Hari Kasih Sayang. Pemuda-pemudi ini juga baru merayakannya, karena baru memutuskan berpacaran.
Gaya berpacaran, Ardi dan Yuni juga sangat sehat. Mereka saling memberikan nasihat, mengejar cita-cita dan masa depan. Keduanya juga tercatat sebagai mahasiswa-mahasiswi semester akhir perguruan tinggi negeri di Kota Pontianak.
Ardi merupakan mahasiswa semester akhir jebolan jurusan eksak. Dia tinggal kos, di sekitar kampus karena berasal dari Kabupaten Sintang. Sementara Yuni, mahasiswi jurusan ilmu non eksak dan menetap di Kota Pontianak bersama keluarganya.
Bagi keduanya, Hari Valentine adalah setiap hari. Sebab, saling sapa, saling berboncengan dengan sepeda motor hampir setiap hari dijalani. Pergi kuliah, mengerjakan tugas dosen, termasuk menikmati suasana bersama nyaris setiap waktu terjadi. Tak heran jalan menuju keseriusan hampir di depan mata. Apalagi, kedua orang tuanya sudah saling mengetahui hubungan istimewa tersebut.
Puncak cerita, hubungan serius tersebut rupanya tidak pernah sampai. Ardi merantau ke Ibukota Jakarta, lantaran diterima bekerja di perusahaan negara. Yuni sendiri ikutan sibuk dengan aktivitas pekerjaannya di Kota Pontianak.
Disebabkan jarak, waktu dan jarang bertemu ternyata janji suci hari valentine menuju jenjang pernikahan beberapa tahun silam, ikut buyar. Ardi menikah dan berbahagia dengan pasangan barunya, di Jakarta. Sementara Yuni sendiri, sudah berstatuskan istri seseorang di Kota Pontianak.
Meskipun tidak bisa mengikat janji suci, namun keduanya masih ingat bagaimana pertama kali melukis pelangi di hari kasih sayang. Kenangan tersebut tak akan pernah mudah terlupakan, di otak dan hati mereka. Kisah indah valentine sudah usai, dengan kebahagiaan masing-masing.
Ardi sudah menemukan sejatinya. Yuni sudah memantapkan hatinya sehidup semati dengan pria lain. Namun ceritanya sekarang berbeda, kini lukisan pelangi indah sudah "terluka". Kebahagiaan Hari Kasih Sayang, tidak selamanya mulus di awal cerita cinta.
Dari sejarahnya sendiri, memang peringatan Valentine Days berawal dari hukuman mati seorang martir Saint Valentine, pada tanggal 14 Februari 270 M. Dia menolak kebijakan sang kaisar, yang melarang terjadinya pertunangan dan pernikahan pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin Agung (280-337 M).
Pada tahun 495 Masehi, Paus Gelasius I mengubah salah satu upacara Romawi Kuno menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St. Valentine, yang mati sebagai martir.
Pandangan soal Hari Kasih Sayang, Ustadz Miftah, penceramah sekaligus anggota DPRD Kalbar menyampaikan bahwa merayakan Hari kasih sayang, sesungguhnya masih menjadi perdebatan di Indonesia dan Kalimantan Barat. Larangan merayakan hari tersebut mencakup banyak faktor.
Mulai faktor budaya hingga faktor agama tertentu, yang cenderung menolak merayakan hari kasih sayang karena banyak mudaratnya. Namun baginya patokan cinta, Miftah tetap menganjurkan ajaran Rasulullah SAW kepada umatnya dalam menyayangi siapapun tanpa terkecuali di muka bumi. Sebagaimana sabda Rasullulah SAW yang diartikannya.
"Sayangilah siapa yang ada di muka bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh siapa saja yang ada di langit". "Itu makna cinta bagi saya. Setiap hari kasih sayang harus disebarkan kepada siapapun, tanpa memandang apapun," ucapnya menukil sabda Rasulullah SAW, lewat kutipan HR At-Tirmidzi.
Versi berbeda tentang kedalaman makna kasih sayang dari seorang Kahlil Gibran, penyair besar, seniman pemberontak dalam sastra dan politik mencatatkan kata-kata mendalam tentang cinta.
Lewat gaya romantisnya di jantung Renaissance dalam sastra Arab modern, khususnya Puisi Prosa. Kahlil Gibran sendiri dikenal warga dunia, setelah menerbitkan buku The Prophet pada tahun 1923.
Pesan mendalam Kahlil Gibran tentang cinta adalah kebahagiaan yang terus berdegup. Cinta adalah wujud keabadian paling sejati, cinta membuka mataku dengan keindahannya, dan membeli jiwaku dengan kehangatan jemarinya. Cinta juga turun ke dalam roh melalui kehendak Tuhan, dan bukan melalui kemauan manusia sendiri.
Lebih lanjut, baitnya tentang cinta sejati adalah, cinta seperti kematian, dan mengubah segalanya. Terpujilah cinta, yang mampu mengisi kesepian manusia, dan mengakrabkan hatinya dengan manusia lain
. Cinta akan diri sendiri, menghasilkan kecongkakan buta, kecongkakan menciptakan kesukuan, dan kesukuan membangun kekuasaan, dan kekuasan penyebab penaklukan dan penindasan.
Terakhir dalam bait puisinya dijelaskan bahwa cinta yang hadir di antara kenaifan dan kebangkitan anak-anak muda memuaskan cintanya dengan rasa saling memiliki, dan cintanya mekar dalam pelukan-pelukan mesra.
Berbeda lagi versi mendalam tentang cinta dari Imam Syafi'i, seorang ulama besar, yang lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah. Imam Syafi'i dikenal sebagai salah satu imam dalam empat mazhab besar Islam.
Imam Syafi'i menghabiskan sebagian besar hidupnya menuntut ilmu agama dan mengajar. Beliau dikenal sebagai sosok bijaksana memberikan nasihat dan pemikirannya tentang berbagai persoalan kehidupan.
Soal definisi kasih sayang, Imam Syafi'i dalamnya bait-baitnya bercerita bahwa lima huruf dalam bahasa Indonesia dan empat huruf dalam bahasa inggris diartikan dalam khazanah keilmuan dan spiritualitasnya. Bagi Imam Syafi'i, cinta adalah api membakar, jangan biarkan ia merusak hatimu.
Cinta sejati adalah cinta kepada Allah dan Rasulnya. Cinta itu buta, maka jadikanlah hati nurani sebagai panduannya. Cinta didasari iman akan membawa keberkahan, cinta didasari hawa nafsu akan membawa kepahitan.
Kata Imam Syafi'i tentang cinta sejati adalah cinta mengantarkan kepada kebahagiaan, bukan kegelapan. Cinta adalah anugerah, maka jagalah dan syukuri setiap anugerah tersebut. Cinta tulus adalah cinta tidak memaksakan kehendaknya. Cinta sejati adalah cinta menghargai perbedaan dan saling menguatkan.
Lebih lanjut baginya cinta adalah perjalanan panjang, maka bersiaplah menghadapi segala rintangan dan ujian. Cinta paling agung adalah cinta kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan.
Cinta adalah sumber kekuatan, jangan biarkan ia menjadi sumber kelemahan. Dan terakhir cinta adalah ladang amal, tanamkanlah benih-benih kebaikan di dalamnya. Cinta sejati tidak akan pernah mengkhianati, karena cinta itu setia.
Kalimat Imam Syafi'i tentang cinta mengajarkan tentang nilai-nilai kebijaksanaan dan keikhlasan dalam merawat hubungan kasih sayang. Jika menjadikan kata-kata ini sebagai pedoman, biarkanlah hubungan membentuk cinta lebih bermakna dan berkah. Hanya saja, cinta bukan dirayakan pada peringatan dan momen tertentu, tetapi setiap hari untuk merawat hubungan peradaban ini.(**)
Editor : A'an