Pantai bisa menjadi sarana seseorang melepas penat, dengan menikmati keindahan ombak. Terlebih ketika berada di pantai menjelang sore hari, menikmati sunset di ujung air. Memancarkan sinarnya nan terang, terpantul cahaya dari air menambahkan kesan indah ketika lembayung berlangsung.
YOLINA VANESSA, Kendawangan
DESIRAN suara ombak kian terdengar, berdampingan dengan terpaan angin. Menciptakan suasana tenang, dengan dipenuhi ayunan dan tempat duduk. Banyak sepasang kekasih, keluarga, maupun teman, turut menikmati indahnya lembayung sore hari.
Tepat disini, pantai jambat nan indah sepanjang jalan kenangan. Meskipun bertepatan di pinggir jalan raya di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan, pantai ini jarang diketahui orang luar. Kendawangan memiliki keindahan pantai, yang selalu menjadi santapan pada sore hari.
Dengan hamparan laut yang indah, deburan ombak membasahi pasir. Tenggelamnya matahari, menambahkan suasana menjadi lebih indah. Senda gurau terdengar sayup-sayup, angin turut bertiup.
Siapa sangka? di tempat terpencil ini, memiliki keindahan pantai yang memukau. Dilengkapi dengan cafe, turut mengisi sebagian kekosongan dari pantai. Daerah yang berada di pesisir tepi pantai, memberikan kesan keindahannya sendiri.
Tak heran jika banyak warga lokal yang selalu pergi ke pantai setiap sore, seperti salah satu pengunjung. Rahma namanya, terkadang dia selalu pergi ke pantai meskipun sekadar menenangkan pikiran atau bercengkrama bersama teman.
“Pemandangan laut bikin tenang, terkadang beberapa hari sekali. Setiap sore datang dengan teman atau pasangan, untuk menikmati sunset dan foto-foto,” ujarnya pada Minggu (6/10).
Menurut Rahma, meskipun hanya sebentar tetapi dengan menikmati udara pantai dan ombak cukup membuatnya merasa tenang. Lantas wisata mana lagi yang harus mereka kunjungi selain pantai. Meskipun demikian, wisata pantai tidak pernah membosankan.
Terlebih seiring mengikuti perkembangan zaman, pantai tidak hanya pasir, air, dan matahari. Beberapa tempat makan, cafe, dan lainnya memenuhi setiap sudut. Memberikan pelayanan kepada setiap orang yang datang, menyediakan tempat bagi orang bercengkrama.
Pantai yang berada pada sepanjang jalan kenangan, membuat siapa saja yang melewatinya memiliki hasrat ingin menginjakkan kaki di pasir. Hamparan ombak seakan memanggil kemarilah, pasir halus yang menjadi teman turut ikut andil.
Tidak perlu melalui hutan rimbun, tebing karang, bebatuan, cukup menempuh sedikit perjalanan sudah mendapatkan sebuah keistimewaan. Berlaku bagi wisatawan, kelelahan menempuh perjalanan akan terbayar lunas begitu mata memandang keindahan.
Pasir yang lembut membantu terapi refleksi melalui kaki, keindahan air yang mendatangkan ombak dan angin turut menerpa menjadikan tempat yang sunyi menjadi berisik. Bertepatan dengan tempat yang luas, paparan matahari tersibak dengan jelas.
Menjelang waktu sunset menimbulkan keindahan, insan mana yang tidak tertarik dengan pemandangan ini. Suasana bak nirwana terpancar dengan sempurna, terlebih ketika dinikmati bersama keluarga.
Beberapa pohon yang tumbuh di tepian pantai, memberikan kesan sejuk untuk berteduh dari panasnya matahari. Beberapa pengunjung bisa bersantai di bawah rindangnya pohon, sembari menikmati semilir angin laut.
“Enak duduk disini, sambil ngemil dan ngobrol nikmatin pemandangan. Berbagi kisah, melepas penas. Cocok lah untuk healing,” tutur Rahma menjelaskan suasana yang dirasakan.
Selain menikmati keindahan alamnya, pantai jambat juga menawarkan ketenangan dan kedamaian. Pemandangan burung walet yang berkeliaran di udara, turut serta bersamaan pada tenggelamnya matahari.
Kicauan burung menjadi musik alam yang menenangkan jiwa, meskipun air laut tidak sebiru pantai lainnya. Keindahan tetap tidak tergantikan. Bagi para insan yang ingin melepas penat, dengan menikmati keindahan alam asli. Pantai Jambat adalah jawabannya.
Selain cafe juga tersedia warung kecil, yang menyediakan beberapa camilan. Seperti gorengan, minuman saset, snack, dan berbagai makanan lainnya pun tersedia. Terlebih sepanjang jalan yang dipenuhi pantai, juga dipenuhi dengan cafe kekinian.
Tempat para anak muda, pasangan, dan keluarga bisa duduk santai menikmati angin pantai dan deburan ombak. Serta bercengkrama hingga matahari tak terlihat lagi, berganti dengan terangnya bulan. (*)
Editor : Miftahul Khair