Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pontianak Post Media Referensi Wali Kota Pontianak

A'an • Selasa, 24 Desember 2024 | 13:30 WIB
Jajaran manajemen Pontianak Post bersilaturahmi dengan Wali Kota Pontianak terpilih, Edi Rusdi Kamtono di kediamannya, Selasa (24/12/2024).
Jajaran manajemen Pontianak Post bersilaturahmi dengan Wali Kota Pontianak terpilih, Edi Rusdi Kamtono di kediamannya, Selasa (24/12/2024).

Mendengar Edi Bercerita, Dari Program Seratus Hari Hingga Cerita Masa Lampaunya

Jajaran Pontianak Post bersilaturahmi di kediaman Wali Kota Pontianak terpilih, Edi Rusdi Kamtono. Banyak hal dari bincang ringan bersama arsitek membangun kota itu. Mulai dari program seratus hari kerja hingga ceritanya di masa lampau sebelum terjun ke dunia birokrasi

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Pukul sepuluh pagi, pada Selasa lalu, jajaran manajemen Pontianak Post berkunjung di kediaman Wali Kota Pontianak terpilih, Edi Rusdi Kamtono. Tujuan kedatangan manajemen media cetak yang sudah berumur 53 tahun itu, untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan Edi Rusdi Kamtono menjadi orang nomor satu Kota Pontianak.

Silaturahmi itu berjalan mencair. Sebab di mata Edi, para petinggi Pontianak Post sudah saling kenal. Bahkan, baginya Pontianak Post sudah menjadi media referensi utama. Tak ayal setiap pagi dia selalu menyempatkan membaca koran nomor satu di Pontianak. Baik melalui media cetak ataupun melalui koran digital. “Halaman pertama dan halaman khusus Kota Pontianak itu tak pernah saya lewatkan. Selalu saya sempatkan membaca Pontianak Post,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Diapun menuturkan, bahwa tak tersirat sedikitpun dalam pikirannya bisa duduk menjadi Wali Kota Pontianak. Sebab saat Edi muda dulu, cara berpikirnya sangat idealis. Pasca menamatkan sekolah arsitek, sebetulnya dia bercita ingin menjadi seorang pengusaha dengan fokus di bidang infrastruktur pembangunan.

Namun berjalannya waktu, ketika mendapatkan pekerjaan dari pemerintah, banyak desain bangunannya yang dicoret oleh para petinggi. “Zaman itu Pak Said Djafar Kepala Cipta Karya. Pikir saya, kalau di swasta ini pekerjaannya harus sesuai dengan keinginan pemerintah, dari situlah saya berpikir untuk masuk di birokrasi,” kenangnya.

Jalan untuk dirinya masuk di dalam pemerintahan kala itu memang masih mudah. Apalagi Edi, lulusan arsitek, masih dibilang tak banyak SDM nya di Pemkot Pontianak. Kemudian kebetulan juga, sang ayah yang seorang ABRI (TNI) mengenal Arifin Hadi, seorang PNS Dinas PU Pontianak. Dari situ dikaryakanlah Edi. Setelah tugas belajar selesai, dia pun lulus sebagai PNS dan mulailah dia bekerja sebagai PNS di Pemkot Pontianak, di Dinas PU.

Setelah bekerja di Dinas PU, Edi merasa lebih nyaman sebagai seorang birokrat. Sebab dia bisa membuat program dan bisa meletupkan ide-ide yang ada di kepala. Khususnya untuk kemajuan pembangunan kota ini.

Dari situ, dia pun banyak diminta untuk mendesainkan gambar bangunan pemerintahan. Termasuk rumah Dinas Wali Kota Pontianak, itu Edi yang buat. Saat mendesainkan bangunan rumah wali kota, tak ada sedikitpun pikirannnya bahwa nanti dia bisa menempatkan kediaman rumah dinas itu. Makanya kata dia, capaian yang didapatnya saat ini mengalir bagai air.

Di Kepemimpinannya sebagai Wali Kota Pontianak dua periode, dia juga sudah menyiapkan program kerja seratus harinya. Pedestrian akan diperbanyak. Lalu pembangunan waterfront akan dilanjutkan, mulai dari Gang Kamboja sampai Haji Mursyid. Kemudian target lima tahun ke depan waterfront harus bisa selesai hingga daerah batas kota. Begitu pula rencana pembangunan Jembatan Garuda, ini akan dikaji dan diupayakan bisa terealisasi.

Pembangunan jalan inner ring road juga akan dikejar. Rutenya mulai dari Jalan Parit Haji Husin, Jalan Sepakat, Jalan Purnama hingga ke Kota Baru. Dengan adanya jalan alternatif, akan memecah kemacetan di arus utama yaitu Jalan A Yani.

Begitu pula untuk pelebaran turunan di Jembatan Kapuas I, kini tengah dikerjakan. Itu alokasi anggarannya menggunakan APBD, namun Pemkot Pontianak juga terlibat dengan mengalokasikan anggaran daerah buat pembebasan lahannya. Pastinya ke depan akan banyak yang akan dituntaskannya. Tujuannya ingin membuat Kota Pontianak semakin indah.(**)

Editor : A'an
#Silaturahmi #pontianak post #edi kamtono