Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kopi Turki, Sensasi Unik Pemanja Lidah di Meja Iftar Ramadan 1446 Hijriah Jurnalis-Parlemen Kalbar

A'an • Rabu, 26 Maret 2025 | 14:51 WIB
Diantara banyak menu buka puasa di salah satu Hotel Kota Pontianak, Kopi Turki menjadi buruan para penikmatnya menjelang Iftar Ramadan 1446 Hijriah pada Selasa (26/3).
Diantara banyak menu buka puasa di salah satu Hotel Kota Pontianak, Kopi Turki menjadi buruan para penikmatnya menjelang Iftar Ramadan 1446 Hijriah pada Selasa (26/3).

Kopi Turki menjadi salah satu menu istimewa yang menghiasi meja buka puasa bersama (bukber) para jurnalis dan anggota parlemen DPRD Kalimantan Barat (H. Subhan Nur) di Hotel Harris Pontianak, Selasa (26/3). Minuman khas dari negeri antara dua benua ini menyita perhatian, bukan hanya karena rasanya yang unik, tetapi juga cara penyajiannya yang tidak biasa. Seperti apa rasanya ya ?

DENY HAMDANI, PONTIANAK

Berbeda dengan kopi tubruk yang umum ditemui, Kopi Turki diseduh menggunakan pasir panas. Ya, Anda tidak salah dengar—pasir panas menjadi media pemanas dalam proses pembuatannya. Metode ini menjadikan Kopi Turki sebagai sebuah tradisi, bukan sekedar jenis atau tipe kopi seperti yang dilansir oleh Food and Wine .

“Dasarnya kan pasir pantai panas, air dan kopinya ditaruh dalam gelas tembaga, nanti dia mendidih sendiri melalui media pasir, bukan langsung dari api kompor,” ujar salah satu pramusaji Hotel besar di Kota Pontianak, yang tengah menyiapkan seduhan Kopi Turki untuk tamu-tamu istimewa tersebut jelang buka puasa kemarin.

Proses Penyeduhan yang Tak Biasa

Cara penyeduhan Kopi Turki memang menjadi daya tarik tersendiri. Prosesnya dimulai dengan memasukkan bubuk kopi halus ke dalam pot kecil berbahan tembaga yang biasa disebut ibrik atau cezve. Bubuk kopi ini dicampur dengan air panas dalam takaran tertentu—satu sendok teh kopi untuk sekitar 30 mililiter air.

Setelah itu, ibrik dimasukkan ke dalam wadah berisi pasir panas hingga beberapa sentimeter. Pasir yang digunakan harus dalam keadaan sangat panas, sehingga di bawah wadah terdapat kompor dengan api menyala untuk menjaga suhu pasir tetap stabil. Konon, pasir panas dapat menghasilkan panas yang lebih merata dibandingkan dengan api langsung.

“Gelas tembaga diputar beberapa kali di atas pasir panas hingga kopinya mendidih,” tambah pramusaji tersebut. Setelah matang, ampas kopi akan turun ke dasar, sementara krema (lapisan busa khas kopi) naik ke permukaan. Hasilnya adalah seduhan kopi mirip espresso, namun tidak sepekat kopi Italia.

Rasa Pahit dengan Nuansa Masam dan Rempah

Bagi penikmatnya, rasa Kopi Turki cukup khas. Dominasi rasa pahit dan sedikit masam terasa begitu diminum. Namun, ada juga aroma rempah-rempah yang memberikan kesan eksotis. Secangkir Kopi Turki biasanya disajikan tanpa pemanis, meskipun gula bisa ditambahkan sesuai selera.

Menariknya, cangkir Kopi Turki modern kini sudah dilengkapi pegangan, berbeda dengan tradisi lama yang menyajikannya tanpa pegangan. Hal ini tentu memudahkan penikmatnya saat menyeruput kopi yang masih panas.

Kopi Turki bukan hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya yang sarat makna. Kehadirannya di acara bukber Jurnalis-Parlemen DPRD Kalbar menjadi pengalaman baru bagi para tamu. Bagi sebagian orang, mencicipi Kopi Turki di atas pasir panas mungkin terdengar aneh, namun itulah daya tarik utamanya.

“Ini pertama kalinya saya mencoba Kopi Turki. Rasanya memang beda, tapi sensasi pahit dan aromanya sangat khas. "Saya suka” ungkap Aan salah satu tim IT Pontianak Post yang hadir.

Salah satu hotel di Jalan Gajahmada, Pontianak ini tampaknya ingin memberikan kesan mendalam kepada para tamunya dengan menyuguhkan menu istimewa ini. Dengan metode penyeduhan yang unik dan cita rasa yang autentik, Kopi Turki berhasil mencuri perhatian di tengah deretan menu bukber lainnya.

Mengenal Lebih Dekat Kopi Turki

Kopi Turki memiliki sejarah panjang yang melintasi zaman. Menurut catatan sejarah, minuman ini telah menjadi bagian penting dari budaya Turki sejak abad ke-16. Bahkan, UNESCO telah menetapkan tradisi minum Kopi Turki sebagai Warisan Budaya TakBenda pada tahun 2013.

Selain diminati karena rasanya, Kopi Turki juga sering dikaitkan dengan praktik peramalan nasib. Ampas kopi yang tertinggal di dasar cangkir kerap digunakan sebagai alat untuk membaca masa depan—sebuah tradisi yang masih dilestarikan hingga hari ini.

Dengan segala keunikannya, Kopi Turki bukan hanya sekadar minuman, melainkan sebuah pengalaman budaya yang patut dicoba. Di Hotel ini, para tamu tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga merasakan sensasi sejarah dan tradisi yang kaya dari negeri Turki. Menu kudapan iftarnya saja, adalah menu khas turki semua.

Jadi, jika Anda ingin mencoba sesuatu yang berbeda di bulan Ramadhan ini, Kopi Turki bisa menjadi pilihan menarik. Siapa tahu, Anda juga akan menemukan cerita baru di balik ampas kopi yang tertinggal di cangkir Anda.(**)

Editor : A'an
#puasa #kopi turki #ramadan #Bukber