Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sarawak Travel Fair 2025 Digelar di Pontianak, Pererat Hubungan Bertetangga Antara Kalbar dan Sarawak

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:30 WIB
Suasana hari pertama Sarawak Travel Fair 2025 yang digelar di Ayani Megamall, Kamis (25/7).
Suasana hari pertama Sarawak Travel Fair 2025 yang digelar di Ayani Megamall, Kamis (25/7).

 

Upaya mempererat hubungan bertetangga antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, dan Negara Bagian Sarawak, kembali terjalin lewat gelaran Sarawak Travel Fair 2025 di Kota Pontianak.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

PAMERAN pariwisata ini berlangsung di Ayani Megamall, 25–27 Juli 2025, dan menjadi ajang promosi lintas batas negara yang tidak hanya menampilkan destinasi wisata, namun juga layanan kesehatan, dan konektivitas penerbangan.

Manager Domestic Marketing Unit, Sarawak Tourism Board (STB), Peter Gabriel Lembat, menyebutkan bahwa Sarawak Travel Fair 2025 menghadirkan 12 stand pameran, termasuk dua mitra dari Indonesia serta satu maskapai penerbangan, yakni AirAsia.

“Kami akan lakukan peluncuran resmi pameran pada 26 Juli, sekaligus mengumumkan penerbangan rute baru Pontianak–Kuching oleh AirAsia,” ujar Peter saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (25/7) siang. 

Dengan dibukanya kembali penerbangan Pontianak–Kuching, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat Kalbar yang bisa berkunjung ke Sarawak, baik untuk berwisata, berobat, maupun kegiatan lainnya.

Karena itu, lanjut Peter, sejumlah rumah sakit rujukan dari Kuching dilibatkan dalam pameran ini. Di antaranya KPJ, Normah Medical Specialist Centre (NMSC), Borneo Medical Centre, dan Timberland Medical Centre. Selain itu, stan hotel, perguruan tinggi, dan agen wisata dari Sarawak juga turut berpartisipasi.

“Ini kali kedua kami adakan travel fair di Pontianak. Sebelumnya, terakhir kami gelar pada 2022. Kami ingin terus hadir lebih dekat dengan warga Kalbar, sekaligus memperkenalkan peserta pameran dari Kuching kepada masyarakat di sini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan, Patient Experience Coordinator, NMSC, Muchlis Mufleh Muchyie yang menyebut, kehadiran pameran ini bukan semata soal bisnis wisata atau medis, melainkan bentuk niat baik memperkuat relasi dua wilayah bertetangga.

“Sarawak Travel Fair ini menjadi jembatan silaturahmi. Kita masih ingat saat pandemi Covid-19, Kalbar mengalami krisis oksigen. Yang pertama mengulurkan bantuan adalah Sarawak, mengirim lebih dari dua ton oksigen dalam waktu singkat,” ungkap Muchlis.

Menurutnya, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa dalam situasi darurat, pihak yang paling pertama hadir membantu adalah tetangga terdekat, kendati berbeda negara.

“Jadi kami ingin menghidupkan kembali semangat bertetangga ini. Warga Kalbar dan Sarawak, juga wilayah lain di Kalimantan dan Malaysia Timur seperti Sabah dan Brunei, sebenarnya punya hubungan kekeluargaan yang sangat erat,” katanya.

Dengan adanya Sarawak Travel Fair ini, ia berharap warga Kalbar bisa merasa lebih aman, dan nyaman saat ingin bersilaturahmi atau berobat ke Sarawak, dan sebaliknya.

"Jadi kegiatan pameran ini sebagai jembatan saja, untuk masyarakat Kalbar dan Sarawak untuk semakin mempererat hubungan satu sama lain,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pameran yang digelar terbuka untuk umum, dengan berbagai informasi wisata, layanan kesehatan, hingga potensi kerja sama lintas sektor yang dapat diakses langsung oleh pengunjung. (*)

Editor : Miftahul Khair
#layanan kesehatan #Sarawak Travel Fair #kalbar #promosi wisata #Pererat Hubungan