Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kalimantan Barat, Windy Prihastari, sukses menyelesaikan ujian proposal disertasi Program Doktoral di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Senin (28/7).
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
PONTIANAK POST - Dalam ujian yang berlangsung di Gedung Pascasarjana FEB Untan, Ruang A6, sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu, Windy berhasil meraih nilai A. Disertasi yang diusungnya mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran dengan studi pada desa wisata di Kalbar.
Proposal disertasinya dibimbing oleh Barkah, selaku Promotor, Heriyadi sebagai Ko-Promotor, serta diuji oleh Ramadania, Juniwati, dan Erna Listiana.
Kepada awak media, Windy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen pembimbing dan penguji, serta keluarga yang selalu mendukung proses akademik maupun kariernya. "Setelah ini masih ada tahapan lanjutan. Semoga semuanya bisa berjalan lancar,” ujarnya usai ujian.
Ia berharap, penelitian yang tengah dijalaninya dapat memberikan kontribusi konkret, baik sebagai referensi akademik maupun bahan kebijakan strategis untuk pengembangan dan pemasaran desa wisata, khususnya di Kalbar.
Sebagai Kepala Disporapar Kalbar, Windy memang dikenal aktif mendorong promosi dan pengembangan desa wisata. Salah satu langkah strategisnya adalah menjemput bola potensi desa, dan mendorong partisipasi Kalbar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Upaya itu pun terbukti membuahkan hasil. Sejumlah desa wisata di Kalbar berhasil menorehkan prestasi di level nasional. Di antaranya, Desa Wisata Jagoi Babang (Kabupaten Bengkayang) yang meraih predikat Desa Terfavorit ADWI dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024), serta Desa Batu Lintang/Sungai Utik (Kapuas Hulu) yang menyabet Juara I Kategori Daya Tarik Wisata ADWI 2024.
Beberapa desa lainnya juga masuk dalam nominasi ADWI, seperti Desa Temajuk, Jawai Laut, dan Sebubus di Kabupaten Sambas, serta Desa Tiga Berkat, Karimunting, Pisak, Bhakti Mulya, Rancak, dan Sahan di Kabupaten Bengkayang.
Saat ini, lebih dari 150 desa wisata di Kalbar telah terdaftar dalam jaringan desa wisata Kemenparekraf. Sejumlah di antaranya bahkan berhasil menembus ajang nasional dan membawa nama daerah.
Dengan pencapaian akademik ini, Windy berharap dapat semakin mengintegrasikan ilmu dan kebijakan, agar arah pengembangan desa wisata di Kalbar lebih terukur serta berdampak luas.(bar)
Editor : Hanif