Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Melihat Gemilang Budaya Kalbar 2025, Tampilkan Pameran hingga Beragam Lomba Tradisional

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 12:44 WIB
Suasana pembukaan acara Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025 di Museum Kalbar, Jumat (8/8).
Suasana pembukaan acara Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025 di Museum Kalbar, Jumat (8/8).

Museum dan Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat selama sepekan ke depan akan menjadi pusat perayaan yang memadukan pesona tradisi, sejarah, dan semangat kebangsaan. Gelaran Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025 resmi dibuka, Jumat (8/8), sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus wujud nyata pelestarian budaya daerah.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita, mengatakan rangkaian acara ini digelar hingga 16 Agustus 2025. “Mulai hari ini (kemarin), berbagai event kita hadirkan. Ada pameran objek kebudayaan, lomba permainan tradisional, hingga pentas seni yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” ujarnya.

Hari pertama, pengunjung sudah disuguhi 20 stan pameran yang memamerkan beragam tradisi, tenun, serta benda bernilai budaya khas Kalbar. Lomba permainan tradisional seperti pangka gasing dan terompah panjang pun langsung memancing antusiasme warga. “Masyarakat umum dan pelajar boleh ikut, atau sekadar menonton di Museum,” kata Rita.

Salah satu agenda yang menjadi magnet adalah Pameran Temporer Wastra Begesah, hasil kolaborasi UPT Museum Kalbar dengan Museum Pleret Yogyakarta. Pameran ini tidak sekadar menampilkan kain dan artefak, tetapi juga menarasikan sejarah hubungan dagang antara Kerajaan Mataram Islam dengan Sukadana di Kalbar pada masa lampau.

“Kami ingin menggali kembali sejarah, menunjukkan bahwa sejak zaman dulu hubungan antarpulau di Indonesia sudah terjalin erat,” jelas Rita.

Gemilang Budaya Kalbar 2025 diharapkan tak hanya menghidupkan kembali khazanah tradisi, tetapi juga mempererat persatuan di tengah masyarakat majemuk. “Bukan sekadar hiburan, ini adalah cara kita merawat identitas budaya dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” tutup Rita.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Soni Saifudin, menambahkan, koleksi yang dibawa dari Yogyakarta mencakup peninggalan Mataram Islam, termasuk produk pertanian dan kain, yang dahulu menjadi komoditas dagang ke Kalbar. “Pameran ini adalah jembatan persahabatan antara DIY dan Kalbar, juga peluang pengembangan museum,” tuturnya.

Pameran ini dikemas modern. Ada permainan jemparingan (panahan) virtual, mini museum dengan peta hologram, hingga informasi interaktif yang memuat tokoh dan cerita sejarah. Bahkan, ikon kuliner khas DIY seperti sate klatak ikut diperkenalkan dalam narasi warisan budaya takbenda (WBTb).

Selain pameran, agenda lain Gemilang Budaya Kalbar 2025 meliputi, Karnaval Budaya dan Lomba Parade Busana Adat (10 Agustus) dengan lebih dari 1.500 peserta dari OPD, BUMD, lembaga adat lintas etnis, sanggar seni, komunitas, dan sekolah.

Lomba Tari Kreasi dan Kuliner, Pentas Seni Budaya perwakilan kabupaten/kota, serta Pameran Objek Pemajuan Kebudayaan. Lomba Tarung Puisi (15–16 Agustus) di Taman Budaya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah #pameran #museum #Lomba Tradisional #gemilang budaya kalbar #tradisi